Cakratarra.com-
Gelombang kritik tajam kembali menghantam Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terkait proyek penataan Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Alih-alih meredam polemik anggaran fantastis senilai Rp4,728 miliar di tengah carut-marutnya infrastruktur desa, pihak dinas justru mempertontonkan blunder komunikasi publik yang memalukan

Dalam sosialisasi terbaru, Kepala Dinas Disperkim, Sendi Apriandi, secara defensif bersikeras menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP), bukan Alun-Alun. Ironisnya, narasi bantahan tersebut justru ditempel formal di atas papan pengumuman resmi kawasan yang selama ini memegang identitas sosial dan historis sebagai alun-alun sekaligus pusat aktivitas warga Cibadak

Menanggapi hal tersebut pengamat kebijakan publik menyampaikan kritik keras
” kocak,kadis nya menyampaikan Ruang terbuka publik “Bukan Alun-Alun” sementara terpampang jelas di papan informasi publik “ALUN ALUN” , Ini sebuah lelucon visual.dan sepertinya komunikasi publik Disperkim mengalami logical fallacy (sesat logika) yang nyata di lapangan” ucapnya

Selanjutnya ditambahkan ” Sikap defensif yang dipertontonkan menunjukkan bahwa Disperkim lebih fokus mengamankan legitimasi proyek ketimbang mendengarkan kritik prioritas anggaran. Publik patut mempertanyakan apakah pembedaan status ini sengaja digulirkan demi mempermudah jalur regulasi administratif atau pengalihan tanggung jawab pemeliharaan jangka panjang ” tambahnya

Pembangunan dan penataan wilayah hal wajar dilakukan oleh pemda ,namun di Kabupaten Sukabumi waktunya yang seperti kurang tepat dan tergesa tergesa dengan harus selesainya proyek proyek dengan anggaran fantastis di 2026, sementara hal hal yang sangat masyarakat butuhkan dan harapkan seolah dibelakangkan

Pembangunan 5 gedung kecamatan dan RTP bahkan ada pembangunan Saroras Kejaksaan negri yang anggaranya fantastis, padahal di balik semua itu alangkah bijak nya jika pembangunan di prioritaskan pada insprastruktur jalan atau rutilahu yang jelas bersentuhan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook