CAKRATARA.com – Sebanyak 67 pohon Tabebuya ditanam di lahan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang berlokasi di Lingkungan RT 07 RW 03, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Romi Sidharta mengatakan, program penanaman pohon ini merupakan program rutin dan berkesinambungan, yang pelaksanaannya dilaksanakan pada tiap hari Jumat, yang tersebar di wilayah Kota Jakarta Barat.

“Alhamdulillah, Jumat ini kita menanam Tabebuya sebanyak 67 pohon, mohon dirawat dan dijaga dengan benar pohon Tabebuya ini,” kata Romi Sidharta, Jumat (16/02/24).

Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam, agar lingkungan kita menjadi hijau asri dan lestari.

Kasudis Tamhut Jakbar Romi Sidharta.
Kasudis Tamhut Jakbar Romi Sidharta.

Sementara itu, Lurah Srengseng Adit Pratama mengungkapkan, kami bersinergi dengan Sudis Pertamanan dan Hutan Kota Jakbar, melakukan penanaman sebanyak 60 pohon Tabebuya, di areal lahan yang peruntukkannya Tempat Pemakamam Umum (TPU) milik aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Kegiatan penanaman pohon di areal kurang lebih 1.300 meter persegi, dilakukan dalam rangka mengamankan aset milik Pemprov DKI Jakarta, sekaligus rencana pembangunan taman interaktif atau Taman Maju Bersama (TMB).

“Sebelumnya, ada permohonan dari masyarakat RW 03 untuk memiliki taman interaktif ruang terbuka, yang didalamnya terdapat sejumlah fasilitas dan sarana seperti. Jogging Track, Kolam Retensi, Lapangan Bulutangkis dan lainnya,” ungkap Adit Pratama.

Ia pun bersyukur bahwa usulan warga tersebut, di Amini. Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat. Alhamdulillah, usulan itu disambut baik Sudis Tamhut Jakarta Barat. Karena memang lahan yang peruntukkannya TPU belum terpakai. Untuk sementara, dalam rangka pengamanan aset, kita lakukan penanaman pohon sebanyak 60 pohon Tabebuya,” kata Adit Pratama.

Pembangunan taman interaktif pada ruang terbuka menunggu anggaran, “Intinya, semangat kita pertama mengamankan aset karena disitu sebelumnya sudah ada sejumlah kandang ayam milik warga. Kedua, kebutuhan warga untuk taman interaktif di areal tersebut,” tutup Adit Pratama. (*)