Sudah Banyak yang Komplain, TPS Liar di Taman Ratu Terus Beroperasi
CAKRATARA.com – Warga Komplek Taman Ratu, Kelurahan Duri Kepa. Kecamatan Kebun Jeruk. Jakarta Barat, dibuat geram dengan kondisi tumpukan sampah liar yang kian hari semakin menggunung di sisi Jalan Flamboyan. Bau busuk menyengat yang berasal dari sampah rumah tangga bercampur limbah makanan kini menjadi “teror harian” bagi warga sekitar. Ironisnya, lokasi yang sejatinya bukan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) itu justru disebut-sebut berubah menjadi titik pembuangan Sampah, yang dibiarkan tanpa penanganan serius.
Pantauan warga, tumpukan sampah kerap dibiarkan berhari-hari hingga menimbulkan aroma menyengat yang menusuk hidung. Saat cuaca panas, bau busuk disebut semakin parah dan masuk hingga ke dalam rumah warga. Kondisi itu diperburuk dengan banyaknya lalat yang beterbangan dan dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan lingkungan.
“Kalau sudah menumpuk, baunya luar biasa. Makan jadi tidak nyaman, pintu rumah harus sering ditutup karena lalat masuk terus. Ini bukan sekali dua kali terjadi,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (29/05/2026).
Warga mengaku kecewa karena kawasan perumahan yang seharusnya bersih dan nyaman justru berubah seperti TPS liar. Mereka menilai belum ada tindakan tegas maupun pengawasan serius dari pihak terkait sehingga oknum pembuang sampah semakin berani membuang limbah sembarangan di lokasi tersebut.
Kasie Pemerintahan Kelurahan Kedoya Utara, Agus, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan masyarakat terkait persoalan sampah di Jalan Flamboyan, Taman Ratu. Menurut Agus, laporan warga terus berdatangan karena kondisi penumpukan sampah dianggap sudah sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan.
“Lokasi itu kesepakatan RW dan RT, memang sudah banyak aduan masyarakat terkait adanya tumpukan sampah di sisi Jalan Flamboyan, Taman Ratu,” kata Agus saat dikonfirmasi di kantor Kelurahan. Jumat (29/05/2026).
Agus mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua RT setempat, Tere, guna mencari solusi penanganan cepat. Namun, upaya koordinasi disebut masih terkendala karena Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Kelurahan Kedoya Utara sedamg di luar Kantor
“Emang itu bukan tu poksi saya, tapi akan saya coba berkordinasi nanti sama kasie Ekbang, untuk mencari solusi,” kata Agus.
Meski demikian, pihak kelurahan berjanji akan segera melakukan koordinasi lanjutan agar persoalan sampah liar tersebut tidak semakin memburuk dan memicu keresahan warga lebih luas.
“Ada sejumlah pedagang, termasuk pedagang pecel lele, turut membuang sampah di lokasi tersebut, sehingga volume sampah semakin meningkat setiap hari, kita akan kordinasi untuk mengatasi itu,” tegas Agus.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai lemahnya pengawasan lingkungan dan minimnya efek jera terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan janji koordinasi, tetapi juga segera mengambil tindakan nyata sebelum kawasan permukiman itu berubah total menjadi gunungan sampah permanen yang mengancam kesehatan warga. •erwin




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook