Connect with us

Nusantara

Warga Adukan Pencemaran Lingkungan PT Cemindo Gemilang ke DLHK dan DPRD

Published

on

LEBAK, CAKRATARA – Sejumlah elemen warga masyarakat Lebak Selatan mengadukan PT Cemindo Gemilang pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak (DLHK) dan DPRD Banten. Laporan itu adanya dugaan pencemaran udara debu di Pelsus PT Cemindo Gemilang dan buangan limbah di Sungai Cibayawak yang mana keluhan masyarakat terkesan tidak ditanggapi pihak perusahaan semen tersebut.

Hasan Sadeli Koordinator yang mengadukan PT Cemindo Gemilang pada Rabu (31/3/21) mengatakan, diduga terjadinya pembiaran pencemaran udara di lingkungan perusahaan dan Pelsus PT Cemindo Gemilang mengakibatkan terganggunya kegiatan masyarakat dan pengguna jalan akibat debu. Kejadian di Pelsus PT Cemindo Gemilang, kata dia, terus berulang walau sudah diingatkan warga dan pihak Muspika.

“Kami bukan ingin menghentikan perusahaan, melainkan menginginkan pencemaran tersebut segera diperbaiki agar masyarakat Lebak Selatan umumnya wilayah Kecamatan Bayah bisa nyaman tidak terganggu dengan polusi. Sebab, debu tersebut sudah beberapa bulan ini mengganggu,” kata Hasan Sadeli.

Dikatakannya, bahwa pihaknya sudah membuat surat pada DPRD Banten tertanggal 26 Maret 2021 yang ditujukan pada Komisi 4 untuk melakukan audiensi dengan DPRD Banten, tentunya DPRD bisa menghadirkan pihak perusahaan.

“Alhamdulilah surat elekronik sudah diterima Wakil Ketua Dewan Pak Bahrum dan Anggota Komisi 4 DPRD Banten Ust. Juhaeni yang akan segera menindak lanjuti surat tersebut. Kita lampirkan juga foto dan tanda tangan masyarakat agar segera ditindaklanjuti,” terang Hasan Sadeli.

Selain DPRD Banten, Hasan juga melaporkan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak yang diterima oleh Bapak Dasep Novian. Dengan disampaikan Dasep sedang mengatur jadwal untuk turun ke lokasi di Lebak Selatan.

“Laporan tersebut kami lampirkan dengan dokumen video pencemaran lingkungan dan pencemaran udara di Pabrik Semen PT Cemindo Gemilang pada DLHK dan DPRD Banten. Kami masyarakat berharap mendapatkan keadilan dan memohon tindakan keras dari DPRD Provinsi Banten dan DLHK  pada perusahaan,” harap Hasan.

Sementara itu, A.Erwin Komara Sukma sebagai tokoh masyarakat di selatan sangat mendukung langkah yang dilakukan Hasan Sadeli untuk audiensi dengan DPRD Banten, dan langkah melaporkan pencemaran pada DLHK masyarakat mendukung langkah tersebut karena dampaknya luar biasa bagi masyarakat.

“Atas nama masyarakat Lebak selatan kami meminta DPRD Provinsi Banten untuk segera melakukan tindakan terkait aduan tersebut, jangan sampai masyarakat bertindak sendiri. Sebab masyarakat punya hak mendapatkan untuk hidup layak tanpa tergangu oleh pencemaran dan kesehatannya terjaga,” kata Erwin.

Menurut A. Erwin, keberadaan perusahaan harus bisa mensejahterakan masyarakat di sekitarnya, bukan sebaiknya malah menyengsarakan. Harusnya masyarakat sekitar jadi prioritas baik tenaga kerja, kesejahteraan lingkungan seperti pasum dan pasos. Kesehatan masyarakat juga harus dijaga dari adanya dampak yang ditimbulkan perusahaan agar masyarakat bisa hadir mendukung keberlangsungan perusahaan.

“Banyak permasalahan yang harus di fasilitasi oleh pihak terkait pencemaran lingkungan soal Jalan Cibayawak dan dampak lingkungannya. Semoga aspirasi dan laporan masyarakat Lebak Selatan ini dilerhatikan oleh semua pihak baik DPRD Banten maupun DLHK,” tutup A. Erwin.

Anton Hermawan
Cakratara.com 2021

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending