Cakratara.com – Dalam program Mendikbudristek untuk prioritaskan pendidikan, agar setiap orang wajib mendapatkan Pendidikan, Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak, lain halnya dengan sekolah negeri dikabupaten Sukabumi, Kurangnya Perhatian dari Dinas pendidikan, sekolah negeri Babakan. kecamatan Nagrak, tidak layak lagi untuk kegiatan belajar dan mengajar, Jum’at ( 21/08/22 ).

Ironisnya sekolah negeri babakan sampai saat ini masih beraktivitas yang mana dinding pembatas ruang kelas hanya di batasi dengan kain sedangkan tiang bangunan disanggah dengan bambu untuk menahan runtuhnya atap, dan siswa siswi belajar dengan mengelar tikar tanpa kursi dan meja, tidak sesuai dengan program pemerintah dalam memprioritaskan pendidikan.

Selain itu, Plang sekolah dan tiang bendera sekian lama patah, namun inisiatif memperbaiki justru diperlihatkan oleh kepala sekolah yang baru, samapai kembali tegak berdiri plang dan tiang bendera tersebut tanpa adanya bantuan dari Dinas pendidikan.

Nunung kepala sekolah babakan menyebutkan, “Pertama kali saya datang kesekolah ini sangat memprihatinkan karena tidak ada jalan, pagar, plang rusak, tiang bendera patah, dan sekitar sekolah tumbuh ilalang sehingga saya mempekerjakan orang untuk membersihkanya, “tutur nunun.

Lebih lanjut, Nunung menambahkan, “Sekarang pakai tiang bambu supaya sekolah tidak roboh dan bocornya diperbaiki, akan tetapi kalau hujannya deras saya membubarkan kegiatan belajar mengajar demi keselamatan anak – anak, “tambah nunung.

Murid di  SDN babakan belajar dengan gelar amparan dilantai  karena fasilitas mereka belajar seperti kursi dan meja tidak ada di ruangan,  sangat miris ketika melihat langsung keadaan sekolah SDN babakan yang notabenenya tidak termasuk sekolah didaerah pelosok.

Erwan herdiansyah, S.pd guru honorer menerangkan, “kami sebagai guru disini berharap adanya renovasi karena kami juga takut roboh dan orang tua wali murid pun khawatir” Ungkap erwan.

Siswa – Siswi di SDN babakan ketika di tanya keinginannya menjawab, Ingin belajar dengan nyaman dan tenang sebagaimana sekolah lainya, adapun informasi terkait orang tua siswa  yang memilih sekolah lain walau lokasinya agak jauh dengan alasan demi keselamatan putra putrinya, “Imbuhnya

konfirmasi dengan Camat Nagrak Drs. Sabar Suko, terkait kondisi sekolah yang sudah tidak layak untuk kegiatan belajar dan mengajar di wilayahnya , Sabar Suko mengatakan lewat sambungan whatsapp.

” Terima kasih atas informasi dan simpatinya. Kami dari Pemerintahan Kecamatan Nagrak  tentunya merasa prihatin dengan kondisi bangunan sekolah tersebut yang sedikit banyak pasti akan mempengaruhi proses belajar mengajar, Pembangunan sekolah tersebut sudah masuk ke Musrenbangdes dan Musrenbang Tingkat Kecamatan serta sudah diusulkan ke tingkat Kabupaten Dan Dinas Pendidikan baik oleh Pihak Sekolah maupun Pemerintah Desa dan Kecamatan melalui Forum Musrenbang dan Insya Allah pada Musrenbang tahun ini pun kita coba usulkan kembali dan kita doakan semoga bisa jadi prioritas pembangunan Kabupaten Sukabumi, khususnya pembangunan di sektor sarana Pendidikan, “terangnya.

Kurangnya Perhatian Dari Dinas Pendidikan pada Sekolah negeri Babakan kecamatan Nagrak, Disdik Sukabumi yang seharusnya cepat bergerak  namun sampai saat ini masih lamban, bertahun – tahun  keadaan sekolah seperti itu dibiarkan.

kalau di lihat dari apa yang didapat Kepala dinas menurut informasi mendapatkan penghargaan Sukabumi Award tapi kenyataannya banyak yang kurang diperhatikan oleh Disdik di bawah pimpinannya.

Reporter : Nandang setiawan (meionk)

Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook