CAKRATARA.COM – Ramainya pemberitaan di salah satu media online pada (24/09/26). dengan narasi dugaan tak lengkapi izin dan persoalan limbah yang disorot Kumala, Direktur PT Adnis Global Mandiri (AGM), Moch. Iwan, akhirnya angkat bicara terkait limbah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait pemberitaan berjudul “Diduga Tak Lengkapi Izin dan Persoalan Limbah Disorot Kumala”, Moch. Iwan mempertanyakan dasar pemberitaan tersebut.

“PT AGM tak lengkapi izin, dasarnya dari mana? Apakah sebelumnya kami dari pihak PT AGM tidak ada konfirmasi perihal perizinan dan soal limbah?” ungkapnya.

“Saat kami baca berita online di salah satu media, jelas kami kaget. Kok bisa bernarasi seperti itu. Izin kami Alhamdulillah ada. Dan yang lebih parah lagi aktivitas tambang kami disebut telah melakukan pembuangan limbah ke hamparan Kali Cimandiri yang mana sumbernya dipakai masyarakat setempat. Ini sudah jelas ngawur ke mana-mana,” tegasnya.

Moch. Iwan menegaskan, pihaknya belum melakukan kegiatan pengolahan sama sekali.

“Jangankan buang limbah ke hamparan Kali Cimandiri, bentuk pengolahan pun juga kami belum ada. Jadi tolong ya, kalau pemberitaan demi kebaikan dan bermanfaat buat masyarakat, kami siap evaluasi dan mengucapkan banyak terima kasih sebagai kemitraan kontrol sosial. Tapi kalau bikin geger dan heboh seperti begini, waduh jangan dua kali,” tandasnya.

Senada, Dikri, salah satu pemilik lahan sekaligus karyawan PT AGM, saat ditanya soal perizinan dan limbah, membantah keras tudingan tersebut.

“Alhamdulillah Kang, izin kami ada. Dan soal perusahaan kami yang katanya diduga buang limbah ke hamparan Kali Cimandiri, itu jelas ngaco Kang. Kalau toh perusahaan kami buang limbah pasir cuci, kapan buangnya? Perusahaan kami belum ada kegiatan pengolahan pasir cuci. Jadi soal buang limbah ke Kali Cimandiri itu jelas tidak benar. Apalagi kami sebagai warga masyarakat yang berdekatan dengan hamparan Kali Cimandiri, sudah pasti kami akan menegurnya,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Aan Kurniawan yang akrab disapa Uwa Jebeng, warga Kampung Cimandiri yang tak jauh dari hamparan Kali Cimandiri, saat dikonfirmasi Sabtu, (26/09/26),  juga membantah.

“Iya betul saya warga setempat. Ditanya soal perusahaan tambang kuarsa yang buang limbah ke hamparan Kali Cimandiri, bagaimana Uwa? Limbah apa yang dimaksud? Limbah pencucian pasir kuarsa? Nggak ada yang buang limbah pasir kuarsa, kapan itu?” tanya Uwa Jebeng.

“Aya-aya bae. Ulah maraneh lah, kami nu jadi warga setempat kalau perusahaan buang limbah ke Kali Cimandiri ditegor ku kami. Jangan mengada-ngada bikin heboh bae ieu berita, tanya dulu, cek dulu,” tandasnya.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook