Cakratara.com – Sampai dengan di muatnya berita ini, Pengelolaan Sampah di Dipo DPR Pancoran, masih semeraut dengan penumpukan sampah dan antrian panjang germor masih ada dan terjadi, Jakarta (14/07/26).

Sampai dengan di muatnya berita ini, Pengelolaan Sampah di Dipo DPR Pancoran, masih semeraut dengan penumpukan sampah
penumpukan sampah di Dipo DPR Pancoran

Diduga karena adanya faktor tidak selaras, tidak sejalannya antara Kasatpel dan Operasional (OP), berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran, yang di lakukan oleh wartawan Cakratara di lapangan, serta menurut penuturan dari berbagai sumber, yang ada di dipo DPR Pancoran menyebutkan, “penumpukan sampah dan antrian panjang germor, yang ingin bongkar muatan sampah, hingga mendekati pintu masuk parkiran stasiuan, di sebabkan karena tidak profesional dan tidak mampuan Operasional (OP), dalam menjalankan kewajiban dan tupoksinya, tutur Ngadiran (Bukan Nama Sebenarnya -Red), lalu Ngadiran menambahkan, ”jelas hal ini memperlihatkan dan menjadi salah satu bukti dan indikasi, bahwa antara Kasatpel dan Operasional(OP), sudah tidak ada kecocokan dan tidak bisa saling sinergi.

Ngadiran sangat berharap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin) LH Jakarta Selatan, bisa mengevaluasi ulang kinerja Opesiaonal (OP) dipo DPR Pancoran, “Pak Harsono itu kerjanya lelet, parah dan payah, sudah tau sampah numpuk, antrian panjang germor banyak di keluhkan, oleh masyarakat luas pengguna jalan, bukannya memberikan solusi dan jalan keluar yang terbaik, malah terkesan cuek dan masa bodoh, seakan pak Harsono tidak perduli sama sekali, dengan keadaan di tempat kerjanya,” tuturnya, lalu Ngadiran menambahkan “harusnya orang seperti pak Harsono tidak pantas di tempatkan di dipo DPR Pancoran, pak Harsono itu lebih pantas penempatannya di Sudin atau di Dinas LH, karena ketika ada masalah di lapangan, seperti ada kerusakan armada truk dan soppel, tumpukan sampah yang penuh dan sampai menggunung, antrian germor Swadaya sampai kemacetan jalan.

Pak Harsono terkesan masa bodoh, nggak ada inisiatif sama sekali untuk mengatasi, seakan lempar tanggung jawab, menyerahkan semua masalah ke petugas gerobak dan Swadaya,’’ tutur Ngadiran kepada Cakratara.

Ketika wartawan Cakratara bertanya kepada Ngdiran, soal adanya kemungkinan pembatasan kuota buangan sampah di Bantar Gebang, yang kemungkinan menjadi salah satu penyebab, menumpuk dan menggunungnya sampah di dipo DPR, hingga menjadi penyebab antrian germor, yang panjangnya sampai pintu masuk parkiran stasiun, Ngadiran menjawab, bahwa hal itu bukan salah satu alasan, atau pembenaran untuk lepas tanggaung jawab dan cuci tangan, atas semua masalah dan carut – marutnya, pengelolaan sampah di dipo DPR Pancoran.

Bahkan Ngadiran, menduga kalau Operasional (OP) Dipo DPR Pancoran, tidak mampu bekerja dengan baik dan benar, sesuai dengan kewajiban dan tupoksinya sebagai PNS atau ASN, di lingkungan pemerintah provinsi (pemrov) DKI Jakarta, tutupnya.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook