Anggaran DISTAN Kab.Sukabumi Disorot Dan Dipertanyakan, DPRD,Inspektorat Kemana?
Cakratara.com-
Gelontoran anggaran untuk Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi tahun 2026 masih tetap dalam angka yang cukup fantastis di tengah bergaungnya kata “efisiensi” anggaran kabupaten Sulabumi, nominal anggaran yang fantastis itu dipertanyakan publik karena rincian penggunaannya dinilai tidak transparan, tertutup, dan hanya dijawab secara normatif oleh pihak dinas.
Sementara secara pasti tidak dijelaskan jumlah total serta peruntukan anggaran tersebut, permaslahan permasalahan yang mencuat diduga seperti tidak jadi perhatian DPRD maupun Inspektorat
salah satu media dalam publikasinya mempertanyakan aliran dana senilai Rp14 Miliar,di dalam plot anggaran tersebut yang dialokasikan untuk sektor fisik, UMKK, serta non-UMKK karena rincian konkret realisasinya dinilai masih misterius dan tertutup bagi publik
Sementara ketika di pertanyakan kepada kepala dinas pertanian H.Aep Majmudin,SE,.MM terkait UMKK di jawab dengan balik bertanya” apa itu UMKK? Program itu di Distan tidak ada” jawab kepala dinas pertanian lewat sambungan whats app. Selanjutnya ketika dipertanyakan anggaran Rp14 milyar ,kepala dinas pertanian tidak menjawab atau memberi keterangan,hal yang sama pun terjadi ketika di pertanyakan ke kepala bidang,jawaban nya sama dengan tidak menjawab.
Dinas pertanian kabupaten sukabumi selayaknya untuk disoroti dalam penggunaan anggaran ,seperti pengunaaan anggaran untuk alat kantor(ATK),biaya makan minum dalam acara rapat,yang di sinyalir mencapai angka nominal terlalu”gemuk,”,selain itu anggaran perjalanan dinas dan biaya nara sumber,serta penyusunan yang di total jumlah nya bisa mencapai milyaran. Begitu pun dengan belanja tenaga kebersihan yang tertera Rp754juta.
Dari total anggaran yang ada, ada informasi yang didapat terkait pembangunan 116 titik irigasi tersier. Yang selayaknya dibuka secara transparan data kelompok tani mana saja yang menerima manfaat, hal tersebu guna menghindari adanya proyek fiktif atau distribusi bantuan yang hanya menguntungkan pihak tertentu.di konpirmasi ke Kadis dan Sekda terkait tanggapan apakah dengan gelontoran anggaran perjalanan dinas dalam kota yang begitu besar tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan efisiensi anggaran kabupaten sukabumi?namun sampai berita ini naik tidak ada respon atau jawaban sama sekali.
Lebih jauh lagi belum adanya kejelasan dari pengadaan alat pengering padi( vertikal dryer) dengan anggara Rp3,6M namun dari informasi yang ada hanya tersedia 6 unit,begitupun dengan anggaran alsintan yang masih terasa” Misterius”.
Dengan pernah adanya aksi demo ke kantor distan dan juga pemberitaan pemberitaan terkait anggaran di Distan, namun diduga tidak mengerak kan DPRD mau pun Inspektorat mengambil langkah dan bersikap.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook