Menu MBG “Asal-asalan” Terus Terjadi Di Kabupaten Sukabumi
Cakratara.com-
Keluhan mengenai menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai “asal-asalan” terus terjadi di Kabupaten Sukabumi bahkan telah menjadi sorotan serius masyarakat dan orang tua murid dalam beberapa waktu terakhir.
Alokasi anggaran untuk menu yang seharusnya Rp15 000 sangat jauh dari yang harus diberikan. Menu pada kenyataanya hanya kisaran Rp 6000-10000. Tujuan Program pemerintah pusat memberikan dan memenuhi gizi tidak sejalan dengan pelaksanaanya yang dimana bukan lagi pemenuhan gizi tapi pemenuhan keuntungan besar dengan mengenyampingkan tujuan dari program pemerintah.
Banyak permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Sukabumi dari menu basi sampai daging sudah berbelatung dan juga menu dengan asal asalan
Salah satu contoh yang diduga menu asal asalan Seperti di salah satu SD yang dimana anak anak hanya dapat 4 butir telur puyuh.sepotong kecil kue. Sebutir jeruk .tempe dari menu yang diberikan tersebut sangat jelas kegagalan perekrutan ahli giźi atau pengawasan gizi, Atau mungkin mereka hanya makan gaji buta saja tanpa adanya keseriusan mensukseskan program pemerintah. tanpa didampingi pengetahuan tentang gizi dan kepantasan serta kesesuaian menu yang di sajikan makanya terkesan pembiaran dengan menu yang didistribusikan
Menu MBG tersebut mengundang beberapa komentar dalam group wa walimurid”yang wajar saja ngasih MBG ..yang benar..anak kita bukan anak ayam..” celoteh mah ken.
Mau mau engak engak niat ga sih. Tolong bilangin ke pusatt ..mubazir” tambah mah ken
Hal senada juga disampaikan ibu suci yang juga walimurid “nanti akan dibicarakan..soalnya makin kesini makin asal asalan menu nya.. kalau dibiarkan bisa makin parah. Merka kan tau standar harga untuk menunya. Tapi kok seperti ga bisa liat dan ngitung”ujar ibu suci
Dari banyaknya kejadian permasalahan MBG di kabupaten Sukabumi mencerminkan tidak berhasilnya BGN kabupaten Sukabumi dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu merancang kebijakan dan mengawasi berjalanya program’,serta diduga tidak melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap gizi yang diberikan pada masyarakat sehingga permasalahan terus berganti terjadi.
Salah seorang wali murid juga menyampaikan dengan tegas ” gelontoran anggaran untuk MBG itu sangat besar.dan perlu kita ketahui kata gratis itu hanya slogan saja pada kenyataanya kita masyarakat sudah membayar duluan lewat negara jadi kalau menu nya asal asalan tidak sesuai aturan kita punya hak komplen .makanan itu sudah kita bayar duluan jadi jangan sampai adalagi kata lumayan gratis ini. Pungkasnya




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook