Lima Tahun Tinggal di Huntara, Korban Bencana Cigobang Masih Menanti Kepastian Hunian Tetap
Cakratara.com – Sudah lima tahun berlalu sejak bencana banjir dan longsor melanda kawasan Cigobang, Kabupaten Lebak. Namun hingga hari ini, para korban bencana masih harus bertahan hidup di hunian sementara yang hanya beratapkan terpal dan berdinding seadanya.
Ketua PUB Kabupaten Lebak H. Pepep Faisaludin menyampaikan bahwa Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan korban bencana di daerah lain. Di wilayah Cileuksa, Kabupaten Bogor pada tahun dan kejadian yang sama, namun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana telah dibangun menggunakan bahan yang lebih layak seperti GRC dan atap asbes. Bahkan lebih menyedihkan lagi, korban banjir lahar Gunung Semeru yang terjadi pada tahun 2021 langsung sudah mendapatkan hunian tetap (huntap) yang layak hanya dalam waktu satu tahun, tepatnya pada 2022. Sedangkan korban cigobang Lebak informasi terakhir baru akan dibangun bertahap di tahun 2025 ini, itupun belum jelas tanggal dan bulan nya.
Sekum PUB Lebak Dede Sudiarto menambahkan Ketimpangan ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai keadilan penanganan bencana di berbagai daerah. Bahkan berdasarkan kesaksian relawan rusmadi yanto yang mengalami di 2 tampat antara cigobang lebak dengan semeru jatim, kondisi yang lebih parah adalah di cigobang lebak lebih mendesak untuk segera dibuatkan huntap. Dimana implementasi sila ke 5 keadilan bagi seluruh rakyat indonesia , Apakah Kabupaten Lebak Bukan Indonesia ?
Perkumpulan Urang Banten Kabupaten Lebak mendesak Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk segera mengambil langkah konkret dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan hunian tetap di Cigobang dapat segera terealisasi. Masyarakat sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian, hanya karena terhambat oleh persoalan administrasi dan birokrasi.
Jangan biarkan mereka terus terlunta-lunta di tengah ketidakjelasan, tanpa kepastian kapan bisa hidup kembali dengan layak dan aman. Saatnya pemerintah hadir dengan solusi, bukan janji semata.
(Redaksi)




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook