Connect with us

Metropolitan

Lukman Hadi: Dishub DKI Kurang Serius Mengelola Pelabuan Muara Angke

D. Alamsyah

Published

on

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Seribu Lukman Hadi.

CAKRATARA.com – Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Seribu Lukman Hadi, menuding Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, kurang serius dan tidak becus dalam mengelola Pelabuhan Muara Angke di Kawasan Kaliadem, Penjaringan, Jakarta Utara. Padahal, pelabuhan bertaraf internasional itu, belum lama diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Gedungnya sih bagus, tapi dalam pengelolaannya masih kurang serius, bahkan kalau saya bilang tidak becus lah kelolanya. Ini harus jadi perhatian, jangan sampai sudah mahal-mahal dibangun malah tidak berfungsi maksimal,” ujar Lukman Hadi, Ketua PP Kepulauan Seribu, Kamis (08/09/22).

Dirinya menilai, bangunan megah Pelabuhan Muara Angke kurang representatif untuk aksesibilitas transportasi utamanya untuk masyarakat Kepulauan Seribu yang sebagian besar masih menggunakan kapal laut tradisional (Ojek). Jalur penumpang yang terlalu panjang menyulitkan warga lanjut usia atau yang sedang sakit.

“Bukan hanya itu saja, akses bongkar muat barang kebutuhan pokok warga juga perlu tenaga ekstra dan bahkan harus bayar mahal bila pakai tenaga kuli panggul,” kata Lukman Hadi.

Ditambahkan Lukman Hadi, masalah yang ada di Pelabuhan Muara Angke bukan hanya gedung, terkait dengan pelayanan armada kapal Dishub, juga sering jadi keluhan warga, karena kuota yang terbatas dan bahkan disinyalir sering dimanfaatkan oknum petugas pelabuhan yang menjual tiket untuk wisatawan.

Advertisement

“Bobrok, lihat saja di pelabuhan ada 9 kapal yang mangkrak tidak berfungsi, akibat perencanaan yang salah. Puluhan miliar uang rakyat hanya untuk kapal yang jadi tempat jin buat anak,” tambah Lukman.

“Saya kalau bicara soal ini maunya marah aja,” sambungnya dengan nada tinggi.

Sulitnya Angkut Barang di Pelabuhan Muara Angke

Sementara itu, sejumlah pedagang bahan pokok asal Kepulauan Seribu, mengeluhkan sulitnya mengangkut barang di Pelabuhan Muara Angke. Selain sulit, pedagang juga harus mengeluarkan biaya lebih, untuk jasa tenaga kuli panggul. Kondisi tersebut berakibat terhadap harga bahan pokok yang dijual.

“Mau tidak mau, harganya saya naikin agar bisa nutupin biaya angkut,” ungkap seorang pedagang asal Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yang enggan menyebutkan namanya.

Advertisement

Selain masalah angkut barang, warga yang juga tokoh masyarakat Pulau Panggang ini, menyoroti kondisi pelabuhan yang dianggap tidak memberikan akses lebih untuk masyarakat Kepulauan Seribu, baik pelayanan kapal penumpang maupun kapal angkut barang masyarakat.

“Tolong lah pemerintah, apalagi BBM sekarang naik, harga bahan pokok di pulau sudah pasti naik. Mau bagaimana lagi,” tutupnya

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications