Connect with us

Metropolitan

Warga Desa Kandawati Laporkan Dugaan Penyelewengan BST

Published

on

Warga Desa Kandawati melaporkan dugaan penyelewengan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Kejaksaan Negeri

TANGERANG, CAKRATARA – Warga Desa Kandawati melaporkan dugaan penyelewengan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Muhammad Yusup, selaku Warga Desa Kandawati mengatakan, bahwa sejumlah warga miskin tidak masuk dalam daftar penerima BST di Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Muhamad Yusuf mengaku menyimpan data daftar nama dan alamat penerima BST yang bersumber dari Pemkab Tangerang tahun anggaran 2020.

“Kami menyimpan data-data daftar nama dan alamat penerima Bantuan Sosial Tunai yang bersuara dari Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ungkap Muhammad Yusuf.

“Pada waktu itu data penerima BST, kami dapat data dari website resmi Pemkab Tangerang, yakni www.covid19.tangerangkab.go.id,” lanjutnya kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Muhamad Yusup menjelaskan, daftar nama penerima BST Pemkab Tangerang sebanyak 138 orang. Berdasarkan hasil penelusuran warga, terdapat 41 orang yang belum menerima BST Pemkab Tangerang hingga kini.

“Sekarang, 41 orang itu sudah membuat pernyataan yang membenarkan bahwa mereka belum menerima BST Pemkab Tangerang pada 2020 lalu,” jelasnya.

Muhamad Yusuf juga menyebutkan bahwa bantuan senilai Rp1,8 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ironisnya, dikatakan Muhammad Yusup, dari 41 orang yang belum menerima haknya, terdapat sejumlah perempuan tua dalam kondisi memprihatinkan, tidak masuk dalam daftar penerima BST.

“Ini menjadi salah satu alasan saya untuk melaporkan oknum pemerintah desa yang diduga menyelewengkan BST Pemkab Tangerang ke kejaksaan, Senin kemarin,” tutupnya.

Anton Hermawan
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Metropolitan

JCI Depok Adakan Local Convention Perkokoh Pondasi Organisasi

Published

on

Junior Chamber Internasional (JCI) Depok mengadakan local convention dengan tema "perkokoh pondasi organisasi dan terus bangkitkan semangat

DEPOK, CAKRATARA – Junior Chamber Internasional (JCI) Depok mengadakan local convention dengan tema “perkokoh pondasi organisasi dan terus bangkitkan semangat diri menuju tahun 2022 kita aktifkan” bertempat di Gedung Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop) Jalan Bahagia Raya Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (4/12/2021).

Diketahui, JCI Depok bersiap menghadapi tantangan baru di tahun berikutnya dengan bergantinya tonggak kepemimpinan dari sebelumnya Local President 2021 M. Yusuf Muttaqien TI.str., MMSI telah dilanjutkan kepemimpinannya oleh President 2022 terpilih Arinaldo melalui pemilihan yang diselenggarakan pada Local Convention 2021 setelah berhasil mengalahkan pesaingnya Yasirman Tarmizi melalui voting resmi.

Dengan diadakannya Local Convention ini menjadikan perubahan jabatan yang diemban M. Yusuf Muttaqien TI.str., MMSI dari sebelumnya sebagai Local President (LP) telah berganti menjadi Immediate Past President ( IPP).

Besar harapan Local President 2021 Yusuf untuk Local President 2022 Arinaldo S.Ds, agar dapat melanjutkan kesuksesan yang telah dibangun selama ini dimana pandemic covid telah merubah semua dinamika organisasi sehingga butuh perjuangan besar di tahun ini untuk melakukan program pengembangan kepemimpinan bagi anak muda yang berada di Kota Depok agar terus termotivasi dan bangkit untuk ke depan yang lebih baik.

Sebagai Local President JCI Depok 2022 Arinaldo yang akrab dipanggil Bang Edo mengajak seluruh pemuda Depok khususnya member JCI Depok atau yang biasa disebut Jaycees untuk berkontribusi dalam pengembangan diri anak-anak muda di Kota Depok untuk menjadi pribadi yang unggul dan kelak bisa menjadi pemimpin di Kota Depok yang selanjutnya mampu menghadirkan solusi untuk masalah-masalah yang ada di Kota Depok.

“Di tahun 2022 yang sebentar lagi akan kita sambut, Incoming Local President Arinaldo siap untuk membawa JCI Depok ke level yang lebih baik, JCI Depok ready to the nextlevel,” tutup Bang Edo.

Frans AP
Cakratara

Continue Reading

Metropolitan

MUI Kecamatan Jatiuwung Adakan Raker ke-6

Published

on

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatiuwung melaksanakan Rapat Kerja (Raker) ke 6 dengan mengangkat tema "Revitalisasi

TANGERANG, CAKRATARA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatiuwung melaksanakan Rapat Kerja (Raker) ke 6 dengan mengangkat tema “Revitalisasi Peran Ulama dalam Menjaga Kesatuan dan Persatuan Umat Demi Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing di Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah” di Hotel Sollmarina Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang pada Jumat (3/12/21).

Turut hadir, Ketua MUI Jatiuwung, Ketua MUI Kota Tangerang, Walikota Tangerang, Kapolsek Jatiuwung, Danramil Jatiuwung, Camat Jatiuwung, lurah-lurah, serta ormas-ormas Islam dengan jumlah 85 peserta.

Saat membuka Rapat Kerja MUI Kecamatan Jatiuwung, Wakil Walikota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan bahwa rapat kerja MUI Jatiuwung ke-6 kali ini menghasilkan program kerja yang mampu mencerahkan pemikiran umat, terutama bagaimana menanggapi faham-faham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan undang-undang.

“Saya akan suport kegiatan MUI dari tiap tingkatan di Kota Tangerang,” ucap H. Sachrudin.

Sementara itu, KH. M. Shofa Abdul Rosyid menyampaikan Raker inj jangan hanya seremonial saja, tapi harus ada tindakan nyata dari kegiatan ini.

“Terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan Raker MUI Jatiuwung yang ke-6, harapan saya kegiatan ini bukan hanya duduk dan berdiskusi setelah itu tidak ada bekasnya, kegiatan ini harus menjadi acuan untuk kerja-kerja MUI Jatiuwung di Tahun yang akan datang, kita harus menjadi wadah yang mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul,” harap KH. M. Shofa

Dikatakannya, tugas MUI diantaranya fokus mengenai fatwa dan dakwah.

“Walaupun pengurus MUI Jatiuwung tidak seluruhnya dari kalangan ‘ulama, tapi fokus kita tetap pada tugas MUI yaitu mengenai fatwa dan dakwah, dalam berdakwah acuannya mengenai kedamaian jangan sampai dalam berdakwah menghasilkan yang kontroversi ditengah masyarakat,” tutup KH. Shofa.

(Mustofa Ali)
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications