Connect with us

Metropolitan

PWI Koordinatoriat Jakarta Barat Sukseskan Acara Peduli Kasih Vihara Hemadhiro

Published

on

Kami dari PWI Koordinatoriat Jakarta Barat juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati
Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat, Kornelius Naibaho saat menyerahkan bingkisan peduli kasih secara simbolis. (Foto: Ist)

JAKARTA, CAKRATARA – Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat, Kornelius Naibaho mengatakan, jangan lihat besar kecilnya bantuan yang sudah diberikan ini.

Hal itu dia katakan saat acara Peduli Kasih Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Vihara Hemadhiro Mettavati menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H kepada anak yatim dan lansia serta membagikan 100 paket sembako di Vihara Hemadhiro Mettavati Jl. Kapuk Raya Gang Mawar SCB Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Sabtu (10/4/2021).

“Kita harus mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan, karena melalui tangan Tuhan sehingga Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati bisa mendapat rejeki dimana bisa disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” tutur Kornel.

“Kami dari PWI Koordinatoriat Jakarta Barat juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati yang telah peduli dengan kondisi insan pers yang ada di PWI Koordinatoriat Jakarta Barat ditengah situasi pandemi dengan memberikan bantuan paket sembako. Terima kasih Bhante Khanit dan Romo Asun juga pihak Vihara Hemadhiro Mettavati yang tidak bisa saya sebut satu persatu,” ucap Kornel.

Pantauan dilokasi, kegiatan peduli kasih dan pembagian sembako tersebut diperketat dengan aturan protokol kesehatan dengan 3M yaitu, Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

Suci, salahsatu lansia yang mendapat bantuan peduli kasih Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati bekerja sama dengan PWI Koordinatoriat Jakarta Barat dilokasi kegiatan mengatakan, ia merasa senang dengan adanya kegiatan peduli kasih tersebut.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Vihara Hemadhiro Mettavati dengan menebar kasih di bulan suci Ramadhan ini patut di apresiasi.

“Yah bangga lah, saya bukan umat Vihara tapi kalau saya perhatikan Vihara Hemadhiro Mettavati selalu memberikan bantuan kepada warga sini maupun warga luar yang membutuhkan,” jelas Suci.

Ia juga meminta agar apa yang sudah dilakukan pihak Vihara Hemadhiro Mettavati dalam menyalurkan bantuan tidak berhenti hanya sampai disini.

“Harapannya semoga pak Bhante Khanit diberikan kesehatan juga Pak Romo Asun, sebab pihak Vihara dan Pak Romo selalu memberitahu saya kalau mau ngadain bantuan semacam ini. Tuh kemaren Vaksinasi lansia saya juga datang buat disuntik disini,” terang dia sambil tersenyum.

Ketua Vihara Hemadhiro Mettavati Pdt. Gouw Tjeng Sun, S.Dt.B atau yang akrab disapa Romo Asun menjelaskan, memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H tahun ini, bukan hanya umat muslim yang memberikan zakat, tapi kita sebagai umat Buddha juga memiliki andil untuk menebar kebajikan di bulan suci Ramadhan dan bantuan hari ini diberikan kepada pihak yang membutuhkan seperti anak yatim dan para lansia.

“Semua ini kita lakukan tak lain hanya ingin berbagi dengan sesama umat manusia tanpa ada mengenal agama lain, ras lain, suku lain dan etnis lain. Ini adalah kebajikan untuk menjaga keutuhan dan kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya,” kata Romo Asun.

Lanjutnya, sebelum kegiatan ini, kami dari Vihara Hemadhiro Mettavati sudah mendata anak yatim dan lansia yang membutuhkan bantuan. Maka itu kita usahakan penyaluran peduli kasih ini supaya tepat sasaran.

Romo Asun yang juga Pemimpin Umum Saluran Berita Online KomunitasTodays.co itu menegaskan, kenapa dirinya kerap merangkul PWI Koordinatorat Jakarta Barat. Menurutnya, Visi Misi yang dibawa PWI Koordinatorat Jakarta Barat sejalan dengan apa yang dilakukan Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati.

“PWI Koordinatoriat Jakarta Barat konsepnya sejalan dengan kami (Walubi dan Vihara-red) yaitu menebar kebaikan atau kebajikan kepada masyarakat dan itu merupakan prinsip yang harus di pertahankan,” ujar Romo Asun.

Masih kata Romo Asun, Puji Tuhan, Buddha memberkati hingga acara ini berjalan tanpa ada kendala satupun. Warga tertib protokol kesehatan juga menjaga jarak.

“Terima kasih juga buat jajaran PWI Koordinatoriat Jakarta Barat yang sudah ikut mensukseskan kegiatan Peduli Kasih Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadi berkah buat kita semua,” harap Romo Asun.

Sementara Biksu YM Bhante Khanit Sannano Mahathera saat digelarnya acara Peduli Kasih di Vihara Hemadhiro Mettavati mengatakan, kegiatan Peduli Kasih kepada anak yatim dan lansia serta membagikan 100 paket sembako menjelang bulan Ramadhan 1442 H ini, diharapkan menjadi berkah bagi Vihara Hemadhiro Mettavati.

“Terima kasih kepada pihak PWI Koordinatoriat Jakarta Barat yang selama ini telah mensupport Walubi dan Vihara Hemadhiro Mettavati dalam hal publikasi pemberitaan. Mari sama-sama kita buat pemberitaan yang positif, jauhkan berita bohong atau hoax. Kita bangun negara ini dengan informasi yang berimbang tanpa ada distorsi (pemutarbalikan suatu fakta),” tandas Bhante Khanit.

(Giri)
Cakratara.com

Metropolitan

PJBN DPD Jakbar Kunjungi Mako DPP Pusat

Published

on

Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) DPD Jakbar melaksanakan kunjungan ke Markas Komando (Mako) DPP Pusat di Kabupaten Pandeglang

JAKARTA, CAKRATARA – Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) DPD Jakbar melaksanakan kunjungan ke Markas Komando (Mako) DPP Pusat di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu (19/6/21) sekira pukul 21.30 WIB.

Ketua PJBN DPD Jakarta Barat (Jakbar) Reymond D Lacade mengucapkan rasa syukur dirinya bersama jajarannya bisa bertemu tatap muka dengan Ketua Umum PJBN KH. TB Sangadia MA yang tiba di Mako pada Minggu (20/6/21).

“Alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan Ketua Umum PJBN yang humble, kharismatik, dan bijaksana untuk memperkenalkan Jajaran KSB agar mengetahui latar belakang atau sejarah PJBN,” kata Ketua PJBN DPD Jakbar, Reymond.

Sementara itu, Ketua Umum KH. TB Sangadia MA menjelaskan tentang sejarah Paguron Jalak Banten Nusantara. Jalak artinya Jalan keun Aturan Lalakon Amanah Karuhun.

“PJBN bukan Ormas, tapi PJBN adalah wadah perkumpulan elemen masyarakat lintas Suku Agama, Ras, Organisasi, Lembaga, paguruan, padepokan, budayawan, komunitas, para pencinta / pelestari budaya melebur jadi satu wadah Paguron Jalak Banten Nusantara,” terang Ketua Umum.

Selesai Ketua Umum menceritakan sejarah Paguron Jalak Banten Nusantara , dilanjutkan dengan senda gurau dan Foto bersama dengan Ketua Umum PJBN

Tak lupa Markas Komando PJBN selalu menyiapkan Hidangan, untuk tamu yang datang di PJBN . Setelah makan seluruh Jajaran DPD Jakarta Barat di lanjutkan dengan mandi di Mako.

Sekum DPD Jakarta Barat berharap nasehat dan wejangan dari Ketua Umum dapat dipahami oleh Anggota DPD Jakarta Barat agar selalu imamah, sami’na wa’atona, dan satu komando.

“Semoga wejangan dari Ketua Umum PJBN dapat dipahami oleh para Anggota DPD Jakarta Barat,” tutup Sekum.

Asep Supena
Cakratara

Continue Reading

Metropolitan

Cakratara: Produk Jurnalistik Tak Boleh Distempel Hoax

Published

on

Media Cakratara melalui Redaktur Pelaksana menanggapi pemberitaan penyaluran gas elpiji bersubsidi 3 kg yang diduga disebut berita hoax
Foto logo Cakratara

JAKARTA, CAKRATARA – Media Cakratara melalui Redaktur Pelaksana (Redpel) menanggapi terkait pemberitaan penyaluran gas elpiji bersubsidi 3 kg yang diduga disebut berita hoax. Pasalnya, produk jurnalistik tak boleh distempel hoax oleh instansi atau orang yang merasa dirugikan.

Menanggapi dugaan berita yang disebut atau distempel hoax tersebut, Redpel Media Cakratara, Joko Purwono pada Senin (21/6/21) dini hari menegaskan, bahwa kemerdekaan pers adalah sebagian wujud kedaulatan rakyat yang harus dilakukan dengan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum. Itulah azas yang terdapat pada Pasal 2 Undang-undang (UU) nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Penerapan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum dilakukan Perusahaan Pers dengan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU Pers,” paparnya.

Wartawannya juga harus mematuhi Pasal 7 ayat (2) UU Pers yaitu memiliki dan mentaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang disahkan Dewan Pers 11 pasal ditetapkan 14 Maret 2006,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Redpel Media Cakratara menyampaikan, bagaimana bila ada perusahaan pers yang memenuhi syarat Pasal 1 angka 1, Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) dan Pasal 12 UU Pers tetapi melanggar hukum atau etika ?, Apakah pemberitaan yang diduga mengandung berita bohong tersebut boleh distempel hoax oleh instansi di luar Dewan Pers?

Bila hal ini terjadi maka menjadi persoalan serius bagi kemerdekaan pers di Indonesia.

Pasal 15 UU Pers dengan jelas hanya menunjuk Dewan Pers sebagai lembaga atau institusi penjaga kemerdekaan pers yang independen.

“Jadi, terhadap produk pers tidak ada instansi lain yang boleh memberikan stempel hoax atau berita bohong. Penilaian terhadap karya jurnalistik yang melanggar etik ada pada Dewan Pers, bukan instansi lain,” jelasnya.

Lalu, dirinya menjelaskan, bila ada orang atau instansi yang merasa dirugikan dari pemberitaan media berbadan hukum pers di Indonesia dapat menempuh cara yang diatur UU Pers,
1. Materi berita yang melanggar diluruskan dengan Hak Jawab sesuai Pasal 5 ayat (2) atau Hak Koreksi sebagimana Pasal 5 ayat (3).

2. Bila Hak Jawab tidak dilayani oleh pihak perusahaan pers laporkan ke polisi sebagai pelanggaran Pasal 18 ayat (2) dan menjadi pidana pers.

3. Mediasi di Dewan Pers dengan melaporkan pelanggaran terhadap KEJ seperti ;
A. Tidak berimbang (Pasal 1 KEJ)
B. Tidak profesional (Pasal 2 KEJ)
C. Tidak uji informasi (Pasal 3 KEJ)
D. Berita bohong (Pasal 4 KEJ) dan lainnya.

Sehingga, ditegaskannya bahwa stempel hoax tidak dapat diberikan kepada Perusahaan Pers berbadan hukum Indonesia, karena domisili hukum dan penanggung jawabnya sudah jelas diumumkan sesuai Pasal 12 UU Pers.

Namun demikian, stempel hoax boleh ditempelkan pada informasi yang tidak dapat diminta pertanggungjawaban seperti media sosial atau media yang tidak memiliki penanggung jawab.

“Hanya Dewan Pers lah yang berhak menguji apakah materi berita memang melanggar Pasal KEJ yang dituduhkan,” tutupnya.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi