PURBALINGGA, CAKRATARA – Dalam rangka peringati HUT ke 53, MTs Ma’arif NU 06 Bojongsari ziarah ke makam pendiri madrasah yang diikuti oleh semua guru, staf TU dan semua siswa madrasah di salah satu makam pendiri di Desa Bojongsari pada Jumat (07/1/22).

Untuk moment puncak acara dilakukan Tasyakuran pada hari Sabtu 22 Januari 2022.

Koordinator HUT ke-53 MTs Ma’arif NU 06 Bojongsari Yusuf Bayu M, M.Pd mengatakan, berbagai kegiatan digelar dalam rangka peringati Hari Lahir atau HUT ke 53 MTs Ma’arif NU 06 Bojongsari di antaranya Ziarah, Anjangsana Keluarga Pendiri, Istighotsah, Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi dan puncak acara Tasyakuran sekaligus Lounching website resmi madrasah tsamanuri.sch.id.

“Alhamdulillah agenda yang telah direncanakan tersebut digelar dengan penuh hidmat, diawali dengan Ziarah bersama seluruh warga MTs Ma’arif NU 06 Bojongsari dan anjangsana kepada tokoh pendiri, masyarakat dan pada puncaknya dilakukan tasyakuran dengan diisi pemberian pengharaan kepada siswa berprestasi dan lounching website resmi madrasah tsamanuri.sch.id,” tutur Bayu.

“Pada acara tasyakuran disamping pemberian pengharaan kepada siswa berprestasi dan lounching website resmi madrasah juga dimeriahkan penampilan pidato tiga bahasa (B Inggris, B Arab dan B Indonesia) oleh siswa dan siswi MTs. Penampilan ini sebagai ajang melatih mental, kreativitas para siswa, juga dalam rangka mempublikasikan prestasi madrasah ke masyarakat baik prestasi akademik maupun non akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Sudiono,S.Pd.I,M.Pd.I selaku Kasi Penma Kemenag Kab. Purbalingga sekaligus sebagai Ketua LP. Ma’arif NU Purbalingga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi doa.

“Kita berdoa mudah-mudahan MTs Ma’arif NU 06 Bojongsari jaya selalu, kemudian berkah, manfaat untuk kemaslahatan ummat mencetak generasi penerus yang sholih dan sholihah,” ucapnya.

Dia juga menantang pihak madrasah untuk menerapkan secara istiqomah dalam penggunaan bahasa keseharian di madrasah dengan menggunakan bahasa yang berbeda beda.

“Hari senin bahasa Indonesia karena ada upacara, hari selasa bahasa arab / bahas inggris, hari rabunya jawa, nanti setune (sabtunya) bahasa banyumas ngapak” tutup Sudiono.

Budi Santoso
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook