Cakratara.com-
Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, sektor perikanan di Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan ganda berupa kondisi paceklik, Dinas Perikanan siapkan strategi hadapi paceklik dan kendala Nelayan untuk antispasi berkurangnya tangkapan ikan, hingga kendala operasional nelayan. Perubahan pola migrasi ikan akibat dinamika suhu laut, keterbatasan akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, serta tantangan regulasi pemanfaatan Benih Bening Lobster (BBL) menjadi faktor utama yang menekan produktivitas masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Palabuhanratu dan Ujunggenteng.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan bergerak cepat menyusun dan mengimplementasikan sejumlah langkah strategis. Upaya ini dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi nelayan sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem laut selatan Sukabumi

Sri Padmoko, A.Pi., M.P.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen hadir di tengah kesulitan nelayan melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari bantuan teknis di laut hingga penguatan ekonomi di darat.

Pilar utama yang menjadi fokus Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi dalam mitigasi dampak kemarau 2026:
1.Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Regulasi Nelayan Tangkap
2.Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Melalui Konservasi
3.Diversifikasi Pendapatan Melalui Program Inkubasi Bisnis (Inbis Invapro KP)
4.Modernisasi Perikanan Budidaya dan Restocking

Mengenai kendala operasional eksternal, Dinas Perikanan terus berkoordinasi secara ketat dengan pengelola SPBU lokal dan instansi terkait untuk mengurai hambatan distribusi BBM bersubsidi. Pemerintah daerah berharap sinergi ini dapat memastikan logistik operasional nelayan tetap terpenuhi tanpa konflik di lapangan.

Melalui langkah-langkah mitigasi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi optimistis dapat menjaga ketahanan pangan sektor perikanan serta memastikan masyarakat nelayan mampu melewati masa sulit musim kemarau 2026 dengan baik.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook