CAKRATARA.com — Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudis SDA) Jakarta Barat, melakukan pengerukan saluran PHB Wali Kota yang berlokasi di kawasan Puri Kembangan, Selasa (06/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi intensitas curah hujan yang meningkat, sekaligus untuk meminimalisir potensi genangan air di kawasan sekitar.

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudis SDA Jakarta Barat, Yopi Siregar, menjelaskan bahwa pengerukan saluran tersebut telah dimulai sejak Sabtu (03/01/2026). Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan secara manual, khususnya di area kolong jembatan yang memiliki keterbatasan akses bagi alat berat.

“Endapan lumpur dan tumpukan sampah di lokasi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air,” kata Yopi.

Menurut Yopi, pengerukan manual di bawah jembatan menjadi prioritas agar sedimen yang mengendap dalam waktu lama dapat diangkat secara maksimal. Langkah ini diharapkan mampu membuka kembali jalur aliran air yang selama ini tersumbat, sehingga risiko luapan saat hujan deras dapat ditekan.

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudis SDA Jakarta Barat, Yopi Siregar.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudis SDA Jakarta Barat, Yopi Siregar.

“Selain pengerjaan manual, Sudin SDA Jakarta Barat juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator tipe long arm untuk mempercepat proses pengerukan di bagian saluran yang dapat dijangkau. Guna meningkatkan efektivitas pekerjaan, pihaknya turut mengajukan penambahan satu unit ekskavator amfibi berukuran kecil yang dinilai lebih fleksibel untuk bekerja di area perairan,” ungkap Yopi.

Dalam proses pengangkutan material hasil pengerukan, sebanyak 13 unit dump truck dikerahkan dan hingga saat ini telah memasuki ritase pengangkutan tahap kedua. Sementara itu, pengerukan manual melibatkan sekitar 10 hingga 15 personel Satuan Tugas (Satgas) yang secara intensif membersihkan sedimen dan sampah di kolong-kolong jembatan.

Yopi berharap, melalui kegiatan pengerukan ini fungsi saluran PHB dapat kembali optimal. Dengan kapasitas tampung saluran yang meningkat, aliran air di wilayah Puri Kembangan diharapkan menjadi lebih lancar dan mampu mengurangi potensi genangan, baik di wilayah hulu maupun hilir.

“Jika kapasitas saluran kembali seperti semula, maka risiko genangan air dapat diminimalisir. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan langkah preventif dalam menghadapi musim hujan,” harap Yopi. •erwin/angga

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook