Cakratara.com – Pemilik Kios Cahaya Kembar Hak jawab dan mengklarifikasi berdasarkan atas penyelesaian terkait pemberitaan yang sempat tayang disalah satu media online, berita tersebut berjudul “Kios Cahaya Kembar Menjual Pupuk Bersubsidi Melebihi Harga HET”, Maka dengan adanya pemberitaan tersebut, (H. Egip), Warga kampung Ciliman desa Cirinten Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak Povinsi Banten. Sabtu 19/April/2025

Mendatangi salah satu awak media untuk klarifikasi atas dugaan-dugaan Tersebut dan untuk perlu diketahui H. Egip Selaku Pemilik Kios Cahaya Kembar menjelaskan, “Untuk Harga Yang melebihi Harga HET itu sama sekali tidak benar dan tidak pernah menjual melebihi dari harga HET memaparkan ke salah satu awak media, dan itu hanya kesalahpahaman dan simpangsiur. Dan kemungkinan yang ada di sumber pemberitaan tersebut, itu kurang akurat dan kurang tepat dalam isi pemberitaan tersebut,” ujar H. Egip.

Dengan adanya pemberitaan tidak tepat atau kurang akurat buat saya pribadi yang sudah ya sudah dan tidak di permasalahkan lagi, adapun ada dugaan tersebutyang penting saya tidak melakukannya, kita saling memaafkan saja dan kita sama saling memahamisama kepada awak media tersebut ,” tegas H. Egip.

Salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan, kami pembeli pupuk di kios cahaya kembar dan pemiliknya H. Egip, dan saya sangat berterima kasih karena selain mudah membeli juga tidak dipersulit, Dan untuk harga Itu sesuai HET menjelaskan kepada awak media,”pungkasnya.

Dan kami warga kecamatan cirinten khususnya, sangat amat senang dengan adanya penyediaan pupuk bersubsidi yang ada di kios cahaya kembar, merasa terbantu dan mudah-mudahan dari sekarang sampai seterusnya kios cahaya tembar tetap amanah dalam menjalankan penjualan pupuknya.

“Karena kami sebagai petani sangat amat membutuhkan pupuk ini pak, untuk Persawahan kami,”imbuhnya.

Ditempat yang sama (Rohim) Selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERAHAMTARA (Gerakan hak asasi manusia Nusantara) bahwa adanya pemberitaan terkait kios Cahaya Kembar, yang tayang di media online, itu hanya miskomunikasi saja, namun dengan diadakannya duduk bareng atau klarifikasi, permasalahan dugaan-dugaan ini sudah selesai, dan saling memaafkan,”tandasnya.

(REDAKSI)

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook