Cakratara.com – Warga Keluhkan tumpahan  tanah dari dump truck Yang berceceran di jalan prepedan raya, kelurahan kamal kecamatan kalideres jakarta barat,

ceceran tanah yang tumpah dari bak dump truck, dikeluhkan para pengguna jalan, karena kondisi jalan menjadi berdebu, Kotor dan licin bila hujan.

Berdasarkan pantauan awak media selasa (15/11/2022) terletak di pergudangan 198 Jalan Prepedan Raya terdapat adanya aktivitas penurunan tanah oleh dump truck besar. Banyak dump truck membawa tanah urug melalui di ruas jalan tersebut.

Karena diduga tidak kurang safetynya Pelaksana kerja pengurugan lahan pergudangan 198. Kendaraan dump truck yang setelah buang maupun masuk tanah urug.

Mengakibatkan tanah galian itu banyak yang tercecer ke bahu jalan di sejumlah titik, diantaranya di jalan prepedan raya yang merupakan akses lalu lalang dump truck.

Dengan kondisi tersebut Warga Keluhkan Tumpukan Tanah yang berceceran di jalan Pasalnya membahayakan pengendara motor, apalagi ketika hujan turun sehingga jalan menjadi kotor dan licin serta berdebu.

Sejak beberapa hari ini dump truck mengangkut material tanah lewat di jalan prepedan raya. Dump truk tersebut melakukan aktifitas pengurugan di dalam pergudangan 198 kamal,kalideres. Material tanahnya sering tercecer ke jalan yang mengakibat badan jalan Prepedan Raya jadi banyak berdebu,” katanya salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada diungkapkan, pengendara Roda dua yang tidak menyebutkan namanya. Pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di lokasi tersebut. Ia meminta kepada pihak terkait untuk segera menindak lanjuti terkait dump truck pengangkut material tanah urug untuk menutup bak setelah buang tanah urug dengan menggunakan terpal. Sehingga tak banyak tanah yang jatuh dari bak dump truk,  tanah yan tersebut bisa membahayakan pengguna jalan.

Tolong pihak terkait bisa menertibkan atau menegur dump truck yang seperti itu. Sudah beberapa hari ini , terganggu akibat material tanah yang tercecer menjadi debu dan permukaan jalan licin saat hujan, ungkapnya.

Sementara itu, tim investigasi AWDI , Ginting mengatakan, aktivitas pengangkutan material tanah urug atau batu diatur dalam peraturan pemerintah,  diantaranya diatur tanggung jawab dari aktivitas galian tanah urug.

Menurut aturan pemerintah yang ada, memang diatur tanggungjawab dari aktivitas galian tanah, Termasuk aktivitas dump truck yang mengangkut material tanah ataupun lainnya harus sesuai SOP. Misal harus ada penutup bak dump truck bisa menggunakan terpal atau yang lainnya. Dan juga muatan material tidak boleh melebihi tinggi bak”, kata Ginting.

Namun demikian, pihaknya hanya bisa memberikan pemberitaan dan himbauan di sosial media online Nuansametro.co.id dan Awdionline.com guna edukasi dan literasi. Terkait penindakan, lanjut dia, kewenangan pada Satlantas Polres Jakarta Barat, ucapnya Ginting.

Sifatnya kita himbauan saja, sehingga aktivitas semacam itu tidak sampai mengganggu aktivitas atau meresahkan warga masyarakat, juga pengguna jalan jelasnya.

Warga hanya bisa berharap kepada pemborong urugan tanah, harus memperhatikan keselamatan bagi pengguna jalan prepedan raya Apalagi kondisi sekarang ini hujan tak menentu. Jika turun hujan badan jalan akan licin dan musin kemarau akan banyak debu, kalau ada yang jatuh siapa yang mau tanggung jawab.

Semantara itu awak media konfirmasi via ponsel kepada H.Syaiful Anwar selaku Ketua Rw 09 mengatakan terkait hal ini silahkan temui koordinator nya untuk lebih lanjut ” jelas H.Syaiful yang biasa disapa H.Ipung

Kordinasi dengan H.Ali orang yang disebut sebagai Koordinator ,namun saat dihubungi yang bersangkutan tidak mengangkat ponsel nya.

Masih ditempat yang sama tim mengkonfirmasi kepada Lurah Kamal Iqbal Siregar via WhatsApp,” Itu sudah ada penangkapan kendaraan dari dishub bang,Silahkan aja konfirmasi langsung ke pengurukan lahan”. ucap Iqbal

Team investigasi AWDI dan Media berharap .Kepada intansi yang terkait jangan pada tutup mata dan jangan main gogret(tanda tangan) saja tanpa memperhatikan lingkungan dan pengguna jalan prepedan raya.Harus benar – benar memperhatikan warga dan pengguna jalan

Reporter : Timbul Awie
Cakratara