Connect with us

Metropolitan

Dugaan Adanya Tendangan Kaki Kepada Dua Siswi SD, Keterangan Orangtua dan Oknum Kepsek Berbeda Cerita

D. Alamsyah

Published

on

Dugaan Adanya Tendangan Kaki Kepada Dua Siswi  Sekolah Dasar Negeri (SDN), yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat, diduga mendapatkan
Beberapa rekan media saat mengkonfirmasi kepada Kepsek

CAKRATARA.com – Dugaan Adanya Tendangan Kaki Kepada Dua Siswi  Sekolah Dasar Negeri (SDN), yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat, diduga mendapatkan perlakuan yang kurang terpuji, mereka mengaku ditendang kakinya, oleh oknum kepala sekolah (Kepsek). Hal tersebut disampaikan orang tuanya kepada awak media Online, Selasa (13/09/22).

Menurut R (Wali Murid), dari salah satu siswi yang mendapatkan perlakuan kurang terpuji tersebut mengatakan, dari pengakuan putrinya tersebut ditendang oleh oknum kepala sekolah (Kepsek), di saat pihak sekolah melaksanakan upacara bendera pada hari Senin (12/09/22).

“Di saat, dilaksanakan upacara bendera, mereka (Putrinya), bercanda dengan teman satu kelasnya, datang oknum kepala sekolah, mengelerai dengan tindakan tidak terpuji, yaitu menendang kaki anak-anak,” kata R ke awak media, Selasa (13/09/22).

R juga menjelaskan, semenjak peristiwa tersebut anaknya merasa tersakiti, sehingga mengakibatkan down secara psikis, “Saat ini anak saya merasa ketakutan, kalau melihat oknum kepsek itu,” ujar orang tua korban.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya mendatangi pihak sekolah (oknum kepala sekolah), menyampaikan ungkapan klarifikasi namun tidak sama kronologi atau kejadiannya yang di ungkapkan kedua siswi tersebut.

Advertisement

“Kami, orang tua murid merasa tidak puas atas ungkapan dari pihak oknum kepala sekolah, yang dinilai hanya pembelaan diri,” ucapnya.

Seharusnya, dari pihak sekolah beretikad baik untuk memanggil orang tua murid guna mengklarifikasi adanya dugaan bullying terhadap dua orang siswi, padahal pihaknya sudah menanyakan kejadian tersebut via telepon ke wali kelas pada, Senin (12/09/22), namun tidak ada klarifikasi, dan pihak orang tua mengambil inisiatif untuk mendatangi ke sekolah.

“Atas peristiwa tersebut, kami berharap tidak terulang lagi tindakan-tindakan dugaan kekerasan terhadap siswa atau siswi dibawah umur, serta peran sekolah adalah mendidik bukan menghardik,” jelasnya.

Sementara itu, oknum Kepala Sekolah RS, saat dikonfirmasi di ruangan menjelaskan, terkait adanya tendangan ke anak didiknya, ia menepis perbuatan tersebut.

“Saya tidak menendang, hanya mengangkat kaki memisahkan mereka yang sedang bercanda, karena sedang dilaksanakan upacara bendera,” ucap RS kepada rekan media yang mengkonfirmasi langsung ke sekolah.

Advertisement

Oknum Kepsek RS juga menambahkan, bahwa dirinya sudah menjelaskan duduk persoalan tersebut kepada orang tuanya.

“Sudah kami jelaskan, ke orangtuanya, tidak ada tendangan, saya hanya memisahkan agar anak-anak tersebut serius dalam mengikuti upacara bendera,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications