SUKABUMI, CAKRATARA – Sudah hampir dari dua pekan pelaporan beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi atas dugaan pungli penjualan sampul raport di pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) belum ada tindak lanjut dari ormas yang melaporkan

Atas dasar tersebut, untuk mendapatkan informasi pihak terlapor awak media mendatangi beberapa K3S dan Kepala Sekolah (Kepsek) untuk konfirmasi terkait pelaporan tersebut diantaranya mendatangi Gedung Guru Kecamatan Caringin untuk konfirmasi kepada H. Supadna Kepala Sekolah Cisande 3 yang mengatakan pihaknya tidak menjual sampul raport kepada wali murid Kecamatan Caringin.

“Khususnya sekolah saya sudah sepakat dianggarkan dari dana BOS,” terangnya.

Di tempat yang sama, Suminar Ketua K3S menambahkan, dirinya sebelumnya telah menginstruksikan kepada Kepala Sekolah khususnya di Kecamatan Caringin untuk tidak menjual sampul raport ke wali murid.

“Kami sudah instruksi kepada kepala sekolah untuk tidak menjual sampul raport, terlepas dari itu jika masih ada Kepala Sekolah yang menjualnya itu bukan kewenangan saya,” tuturnya.

Berbeda halnya dengan Asep Hadi Kepala Sekolah SDN Sukamanah 3 yang juga Ketua K3S Kecamatan Cisaat saat dikonfirmasi membenarkan bahwa beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Cisaat memfasilitasi atas permintaan wali murid.

“Pembelian sampul raport sudah kesepakatan wali murid karena dari dana BOS barang cetakan seperti itu tidak boleh, jadi harus pyur dari orang tua murid. Beberapa pihak sekolah hanya memfasilitasi dan juga tidak memaksa, bagi yang nggak mau iya nggak apa-apa,” ucapnya.

“Di Kecamatan Cisaat ada 42 SD itupun tidak semua menjual sampulraport, hanya 30 Sekolah Dasar yang menjual sampul raport sisanya 12 Sekolah Dasar tidak menjual,” sambungnya.

Dari para K3S yang dihubungi berbeda jawabannya, dàn diduga kuat adanya bisnis di dunia pendidikan SD yang ada di Kabupaten Sukabumi yang membebani kepada orang tua murid.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook