Connect with us

Metropolitan

Ruko Tanpa IMB di Pabuaran Terus Berlanjut Meskipun Sudah Dikirim Surat

Joko Purwono

Published

on

sudah mendapat "surat cinta" dari Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang tetapi progres pembangunan Ruko terus berjalan dengan lancar.

KOTA TANGERANG, CAKRATARA – Meskipun tidak/belum mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bahkan sudah mendapat “surat cinta” dari Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang tetapi progres pembangunan Ruko terus berjalan dengan lancar.

Sebelumnya, petugas dari Satpol PP dan petugas Pengawas Bangunan (Wasbang) dari Perkim Kota Tangerang sudah meninjau dan cek ke lokasi bangunan ruko yang berada di Jalan Arya Santika, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Pemilik bangunan sebenarnya sudah dipanggil menghadap salah satu oknum dan mendapat surat dari Satpol PP untuk segera menyelesaikan progres pengurusan surat – suratnya tetapi tidak mengeluarkan surat untuk penyegelan dan penyetopan pekerjaan tersebut.

Tarik ulur dari Satpol PP Kota Tangerang terkait bangunan yang peruntukannya untuk ruko di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang itu menimbulkan opini di masyarakat.

Progres pembangunan yang disinyalir lebih 2 bulan tahap pembangunannya, hingga berita ini rangkum belum juga ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Salah satu oknum Satpol PP Kota Tangerang, Ali Akbar saat dikonfirmasi via telpon seluler oleh awak media, Selasa (19/4/22) perihal bangunan ruko yang berada di jalan Arya Santika, jawabnya datar saja laksana “angin sepoy- sepoy” penuh kenikmatan.

Advertisement

“Tenang saja bang, nanti saya kordinasikan ke pemilik bangunan ya, saya minta waktu, nanti juga pemilik bangunan telpon abang,” ujarnya.

Selang sehari handphone beberapa awak media langsung diblokir oleh oknum Satpol PP tersebut tanpa sebab. Sangat ironi sekali petugas yang memang harus menjalankan dan menegakan Perda malah tidak kooperatif dan lari dari koridornya sebagai “last execution” penegakan Perda.

Ditempat terpisah, pengawas bangunan yang tidak mau disebutkan namanya, saat dilokasi proyek mengatakan, “Saya disini hanya sebagai pengawas pak, atau bisa disebut hanya karyawan disini. Saya tidak bisa berbuat banyak dan tidak punya wewenang apapun. Dan orang Dinas dari Perkim dan Satpol PP Kota Tangerang Sudah kesini dan semuanya urusan sudah beres dan tidak ada masalah, makanya kami lanjut bekerja, ” ucapnya.

“Bahkan kalau ada apa-apa semisal ada Wartawan ataupun LSM datang saja ke Satpol PP, karena semua sudah diijinkan oleh Satpol PP untuk melanjutkan pekerjaan, “kata pengawas dilokasi bangunan.

Dapat diduga ada aliran anggaran yang menuju kekantong pribadi oknum Satpol PP Kota Tangerang.

Advertisement

Menurut Syamsul Bahri, selaku Penggiat Bangunan dan Pertanahan se Tangerang Raya saat ditemui dikediamannya dibilangan Kota Sutera turut angkat bicara dalam prihal bangunan tidak berizin.

“Bila memang terbukti ada oknum Satpol PP Kota Tangerang yang ada andil permainan kepengurusan IMB, bahkan sampai membeck up dalam kontestasi proses pembangunan ruko itu harus ditindak tegas, “urainya.

“Menurut saya itu akan merugikan para pihak, yakni pihak Administrasi untuk PAD Daerah serta merugikan suatu rumusan Perda Kota Tangerang antara lain :
-Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 17 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu.
-Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 3 tahun 2012 tentang bangunan gedung pasal 74 ayat 2 yang menyebutkan, pelaksanaan kontruksi bangunan gedung dimulai setelah saat pemilik bangunan gedung memperoleh IMB dan dilaksanakan berdasarkan dokumen rencana teknis yang telah disahkan, “tutupnya.

Terkait oknum Satpol PP yang ” nakal”, maka pihak lnspektorat harus memanggil dan memberi tindakan tegas terhadap pelaku yang melanggar.

H.Arief R. Wismansyah, selaku Walikota Tangerang dan orang nomor satu diwilayah Kota Tangerang harus menindak tegas secara Administrasi dan pemecatan buat anak buahnya serta pihak- pihak terkait yang terlibat dalam kumparan proyek bangunan tersebut. Sebab dalam ini ada kecemburuan sosial dimasyarakat sebab ada bangunannya disegel walau tidak besar, akan tetapi pembangunan ruko tersebut yang belum ada IMB tidak disegel.

Advertisement

Jatmiko
Cakratara

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications