Warga Desa Parahu Sebut Almarhum Topik Suri Tauladan
TANGERANG, CAKRATARA – Endi Rohendi Warga Desa Parahu menyebutkan meninggalnya Kepala Desa (Kades) Parahu, Topik sebagai pemimpin layak menjadi suri tauladan (uswatun hasanah).
“Kita teramat patut memunajatkan doa. Semoga wafatnya Lurah Topik husnul hotimah, dan Allah SWT memberikan maghfirah dan rahmah,” ucap Endi Rohendi Warga Desa Parahu Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/8/21).
Kepergian Kades Topik juga menjadi pengingat bahwa di Desa Parahu begitu banyak orang, tokoh, dan individu yang beramal sholih menghidupkan agama, dan menyemarakan aktivitas keagamaan.
“Inilah yang disebut amar ma’ruf nahi mungkar (melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran),” kata Endi Rohendi.
Dalam sejarahnya, Desa Parahu beruntung memiliki Kyai, Ulama, Ustadz, dan orang-orang yang berahlakul karimah. Mereka telah menggerakan Ghirah (semangat) Islamiyah. Para Kyai dan Ustadz itu, melakukan dakwah (seruan), tabligh (menyampaikan) dan juga mendidik kita, Ummat Islam di Desa Parahu dan sekitarnya.
Perjuangan para Kyai, Alim Ulama, Ustadz dan yang lainnya, luar biasa. Selain istiqomah (tekun, konsisten), mereka juga Insya Allah bersih dari niat tak baik.
Sekali lagi, musibah yang kita alami bersama ini, yaitu wafatnya Bapak M. Topik Aliudin, adalah saat yang tepat untuk mengingat jasa dan kebajikan para pendahulu di desa Parahu.
Mereka adalah para pahlawan.
Hari ini kita bersyukur. Di Parahu, kegiatan keislaman begitu marak.
Coba hitung: Ada 10 masjid, belasan Pondok Pesantren dan Majelis Talim, banyak Muslhola, ratusan santri. Jasa siapakah itu?
Tak mungkin semua keberkahan ini lahir dari satu orang.
Catat, kemeriahan ber-Islam di Desa Parahu tak lahir kemarin sore. Melainkan melalui perjuangan panjang. Bersumber dari jasa banyak orang.
Sebagai rakyat Desa Parahu, kita patut melanjutkan perjuangan para pendahulu kita.
“Selain itu, patut juga kita hormati, rakyat awam yang ikut berjasa melaksanakan amal kebaikan, dan berjasa untuk banyak orang.
Bukankah begitu banyak orang yang giat dan tekun melakukan shodaqoh untuk yatim?
Atau ikhlas membantu sanak saudara yang kesusahan? Atau yang tekun mendidik santri dan anak-anak agar mencintai Islam?
Tak terhitung pula jasa rakyat biasa yang ikhlas shodaqoh untuk masjid, mushola, pondok pesantren, dan mejelis talim.
Singkat kata, di Desa Parahu, aktivitas amal ibadah digerakkan oleh banyak pihak. Semoga Allah meridhoi semua kebaikan ini. Aamiin.
Anton Hermawan
Cakratara




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook