Connect with us

Nasional

Menteri ATR/BPN Apresiasi Polda Banten Ungkap Girik Palsu

Published

on

SERANG, CAKRATARA – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengunjungi Mapolda Banten dalam rangka untuk memberikan apresiasi terkait pengungkapan kasus girik palsu.

Diketahui, pada Kamis (25/03/2021) kemarin Ditreskrimum Polda Banten melalui Subdit II/ Harta Benda (Harda) berhasil melakukan ungkap kasus terkait girik palsu yang telah merugikan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil memberikan apresiasi kepada Polda Banten.

“Kedatangan saya kesini setelah melihat press release kemarin yang dilakukan Ditreskrimum Polda Banten terkait pengungkapan kasus girik palsu. Maka dari itu saya datang untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh tim. Ini adalah bagian dari program pemerintah yang ingin memerangi mafia tanah dengan tujuan akhir menciptakan tata tertib pertanahan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (26/03/2021).

Sofyan A Djalil menambahkan bahwa pembuatan girik palsu merupakan hulu dari persoalan-persoalan tanah, salah satunya adalah girik palsu. Dengan adanya girik palsu ini orang bisa mendapatkan sertifikat, dengan girik palsu ini mereka bisa datang ke BPN kemudian minta dibikinin sertifikat. Karena girik kita tidak bisa membuktikan palsu atau tidaknya. Kalo ini digunakan oleh mafia tanah bisa bahaya, karena apabila ada tanah kosong mereka bikin girik palsu seolah-olah tanah dia.

“Mafia tanah ini hilirnya, untuk itu hulunya kita perbaiki, yaitu dengan mendaftarkan semua tanah, maka Kementerian ATR/BPN terus melakukan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Kalo seluruh tanah sudah di daftarkan dan disertifikatkan maka girik-girik begini gak akan bisa ada lagi manfaatnya,” kata Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan A Djalil menyatakan bahwa Kementerian ATR/BPN komitmen dalam memberantas mafia tanah di Indonesia.

“Kita komitmen dalam memberantas mafia tanah, apalagi Bapak Presiden sudah memprintahkan kepada aparat penegak hukum, Bapak Kapolri untuk sama-sama memerangi mafia tanah,” ucapnya.

“Kalau ada petugas BPN yang terlibat kita akan melakukan tindakan yang keras sekali, kami terus memperbaiki SOP, memperbaiki administrasi dan melakukan fit and proper test kepada semua pejabat untuk yang diangkat. Kemudian kalau kita menemukan ada indikasi orang BPN terlibat kita akan melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan administrasi yang tegas berupa pemecatan dan penurunan pangkat,” tegas Sofyan.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto Adi Nugroho menjelaskan bahwa di 2021 ini Polda Banten telah mengungkap dua kasus mafia tanah.

“Untuk Polda Banten sudah ada dua perkara terkait dengan mafia tanah, tetapi yang pertama terkait dengan Nenek Apipah masih dalam pengembangan. Berkas terkait pelaporan dari nenek Apipah ini sekarang sudah P19 dan segera dipenuhi karena sedang menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri. Setelah itu kami sudah berkoordinasi dengan Jaksa supaya segera berkasnya bisa P21, itu pun masih dikembangkan lagi nanti akan ada lagi tersangka-tersangka yang lain terkait dengan kasus yang menyangkut nenek Apipah,” ujar Rudy Heriyanto saat didampingi Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny dan Kasubdit II/ Harda AKBP Dedy Darmawansyah.

“Kemudian untuk perkara yang ini Alhamdulillah sudah bisa di ungkap dan ini akan dikembangkan lagi mungkin ada tersangka-tersangka yang lainnya yang akan kita tetapkan. Kemudian ini baru sesi pertama, nanti ada sesi kedua dan berikutnya ada sesi ketiga,” lanjut Rudy Heriyanto.

Rudy Heriyanto menjelaskan bahwa saat ini Polda Banten juga sedang mendalami adanya AJB palsu.

“Saya sudah dapat laporan dari Dirreskrimum sudah ada penyelidikan terhadap 324 AJB palsu, dan ini akan kita dalami lagi nanti hasilnya akan kami sampaikan dalam rilis resmi dari Satgas mafia tanah Polda Banten,” ucap Rudy Heriyanto.

Terakhir, Rudy Heriyanto juga mengatakan bahwa Polda Banten sangat komitmen dalam memberantas mafia tanah di wilayah hukum Polda Banten.

“Polda Banten sangat komitmen dalam memberantas mafia tanah, apalagi kita juga sudah membentuk Satgas Mafia Tanah dan juga telah membuat Posko Layanan Pengaduan masalah tanah,” tegas Rudy Heriyanto.

“Kami tadi sudah lapor dengan pak Menteri, komitmen pak menteri sudah jelas apabila ada ASN BPN yang terlibat, saya sudah diperintah untuk melakukan penindakan secara tegas. Jadi tidak perlu khawatir kami tidak membeda-bedakan kalau itu salah iya kita proses, tapi nanti proses berikutnya secara administrasi akan kami serahkan kepada pak Menteri,” tutup Rudy Heriyanto.

Turut hadir dalam kunjungan ke Polda Banten tersebut Hary Sudwijanto Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Iin Sodikin Staf Ahli Menteri ATR/BPN, Raden Bagus Agus Widjayanto, S.H., M.Hum Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan serta Kepala Kantor BPN Banten.

Asep D Mulyadi
Cakratara.com 2021

 

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nasional

Pemkab Lebak Raih Anugerah Meritokrasi 2021

Published

on

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meraih anugerah meritokrasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai bentuk mengapresiasi instansi

LEBAK, CAKRATARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meraih anugerah meritokrasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai bentuk mengapresiasi instansi pemerintah yang berhasil menerapkan sistem merit dengan baik dan sangat baik.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Bertempat di The Westin Grand Ballroom Surabaya, Selasa (7/12/2021).

Diketahui, pada tahun 2021 KASN menetapkan 45 instansi yang memperoleh kategori pelaksanaan sistem merit sangat baik dan 77 instansi dengan predikat baik dimana salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Lebak.

Menurut Ketua KASN Agus Pramusinto, keberhasilan instansi pemerintah dalam mencapai penerapan sistem merit kategori baik dan sangat baik merupakan buah kerja keras dan komitmen seluruh jajaran di instansi pemerintah dalam memperbaiki manajemen ASN.

“Kami mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap seluruh instansi Pemerintah yang telah berkomitmen untuk menerapkan sistem merit serta ikut dalam penilaian penerapan sistem merit, dan kami berharap pula agar prestasi kali ini menjadi pemicu untuk perbaikan yang berkelanjutan dalam manajemen ASN di instansi Pemerintah,” tutur Agus.

Sementara itu Bupati Lebak mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh ASN Pemkab Lebak yang terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Bupati berharap, semoga anugerah ini menambah motivasi untuk terus bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Tetap semangat, ASN baik tentunya akan memberikan dampak yang lebih baik lagi kepada pelayanan publik di Kabupaten Lebak,” tutup Bupati.

Wahid Abdullah
Cakratara

Continue Reading

Nasional

Cakupan Vaksinasi Diperluas, Bupati Lebak Optimis Capai Target

Published

on

Untuk mencapai target 70 persen dari jumlah sasaran yang sudah tervaksinasi, (Pemkab) Lebak terus memperluas cakupan vaksinasi

LEBAK, CAKRATARA – Untuk mencapai target 70 persen dari jumlah sasaran yang sudah tervaksinasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 agar pada akhir Desember tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lebak Triatno Supiyono mengatakan, Gebyar Vaksinasi berkontribusi positif
terhadap cakupan vaksinasi. Melalui Gebyar Vaksinasi, dalam sehari tak kurang sebanyak 15 ribu orang divaksin.

“Dalam satu minggu itu bisa mencapai 94 ribu, itu suntikkan pertama ya, dan yang suntikkan kedua mencapai
40 ribu dosis. Momentum ini harus tetap dipertahankan agar di akhir tahun dari sisi layanan bisa mencapai 70
persen ya,” kata Triatno.

Meski jumlah sasaran kian hari semakin berkurang, namun vaksinasi terus digencarkan. Petugas kini mulai bergeser dengan sistem door to door dan menyesuaikan waktu yang dimiliki masyarakat.

“Karena kan kalau di pedesaan, banyak masyarakat yang sudah pergi ke ladang. Makanya kami sisir saat sore dan malam hari, menyesuaikan waktu masyarakat,” ujar Triatno.

Kabar baiknya lagi ungkap Triatno, tidak ada kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius dan mengkhawatirkan. Beberapa laporan menyebut, hanya mengalami gejala-gejala ringan pasca mendapat vaksin.

“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada laporan KIPI yang serius. Hanya pusing-pusing, mual, demam sedikit,
masih dalam wajar dan biasa ya,” tutur dia.

Pemerintah daerah, tambah Triatno, terus mengimbau kepada masyarakat untuk mau menjalani vaksinasi agar tubuh memiliki daya tahan lebih kuat jika terpapar virus.

“Ini kepentingan kita bersama, kalau sudah terjaga dan terbentuk herd immunity maka virus itu tidak bisa
berkembang. Vaksin ini kan bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri tetapi juga untuk kepentingan keluarga dan
lingkungan,” papar Triatno.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya optimis target cakupan vaksinasi 70 persen pada akhir Desember tercapai. Selain sinergitas pemerintah daerah dan pihak lain, dukungan masyarakat dengan mau divaksin menjadi kunci target tersebut bisa dicapai.

“Harus optimis dong, makanya sekarang kita lakukan door to door dengan dukungan TNI, Polri, Kejaksaan dan seluruh stakeholder. Hasil evaluasi kemarin, pada pekan pertama peningkatannya cukup luar biasa, satu minggu bisa mencapai 140 ribu,” tutup Iti.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications