CAKRATARA.com – Taman Lions yang dibangun pada 2016, di kawasan Rumah Susun Pesakih V, Kelurahan Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan. Area yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau (RTH), dan tempat interaksi warga itu justru tampak terbengkalai, dipenuhi rumput liar yang tinggi serta sampah yang berserakan, sehingga menyerupai kebun tak terawat.

Berdasarkan pantauan media di lokasi, taman yang dahulu menjadi ikon Rusun Pesakih V, kini dipenuhi daun kering yang gugur dari pepohonan dan minim penanganan. Kondisi ini menimbulkan kesan kurangnya pengawasan dari pihak terkait, khususnya Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Seorang warga Rusun Pesakih berinisial A mengungkapkan bahwa, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) memang sesekali datang ke lokasi, namun pekerjaan yang dilakukan dinilai tidak maksimal.

“Petugas hanya menyapu daun, tanpa membersihkan rumput liar yang semakin menutupi area conblock taman,” ungkap A, Rabu (15/04/26).

Ia juga menyoroti pola kerja yang dinilai hanya berfokus pada dokumentasi, tanpa memperhatikan hasil di lapangan. Warga menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya evaluasi terhadap kinerja petugas.

“Coba aja lihat, mereka datang ke lokasi mengirimkan foto, kerja bentar tinggal nanti laporan tinggal kirim foto, padahal hasilnya gak sesuai, ini pekerja menggampangkan pekerjaan tapi tidak ada hasil, seharusnya pihak yang berwenang atau Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, bisa mengevaluasi hasil kerja orang perorangan,” sindir A.

Warga berharap pihak Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakbar, dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja di lapangan. Selain demi menjaga estetika lingkungan, kondisi taman yang kotor juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, seperti menjadi sarang nyamuk dan hewan liar yang mengganggu kenyamanan penghuni.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Dirja Kusuma, belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kondisi Taman Lions. Klarifikasi dari pihak terkait akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya. (**)

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook