BAZNAS Kabupaten Sukabumi Wajib Trasnparansi Gunakan Anggaran Dari Umat
Cakratara.com-
BAZNAS Kabupaten Sukabumi yang merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara terpadu di tingkat kabupaten harus sepenuhnya menjalankan yang di amanahkan H.Asep Japar Bupati Kabupaten Sukabumi,
BAZNAS harus berfokus pada penguatan kepercayaan publik melalui tata kelola yang bersih dan responsif.
Beberapa point dari amanah bupati tersebut diantara
Transparansi dan Akuntabilitas,
Respons Cepat terhadap Persoalan Publik,
Sinergi dengan Visi Daerah dan
Kelanjutan Program Unggulan
Namun diduga BAZNAS Kab.Sukabumi kurang bersunguh sunguh menjalankan amanah tersebut,ketransparanan dan akuntablitas yang masih belum sesuai harapan masyarakat begitupun dengan program unggulan yang belum terselesaikan seperti dengan adanya
penghentian pembangunan RS Bebeza dengan alasan anggaran yang belum ada karena merupakan swakelola yang tidak sama sekali dari anggaran APBD. Namun kembali menjadi sorotan karena diduga  kurangnya transparansi, sehingga anggaran proyek tersebut menjadi titik lemah utama yang banyak dikritik sebagai kegagalan manajerial serius.
Dr. H. Unang Sudarma, SH., M.Si.Â
Ketua BAZNAS Kab.Sukabumi H.Unang Sudarma dalam balasan whatsappnya menyampaiikan
“ada yg bilang mangkrak. Mereka menganggap dananya dari APBD, padahal Bebeza anggaran swakelola, kalau ada uangnya dibangunkeun, kalau belum ada ya kita ngumpulin dulu”terang H.Unang Sudarma
Selanjutnya H.Unang Sudarma mengarahkan”
Kalau ada yang perlu konfirmasi hubungi Waka , Insya Allah beliau bisa menjelaskan” tulisnya di pesan whatsapp
Dari keterangan ketua BAZNAS dengan ada kata kalau ada uang dibangun,menjadi sebuah keraguan berdirinya RS BEBEZA .keraguan yang berdasar bila bangunan yang belum selesai rusak mungkin anggaran dari masyarakat tersebut buat merehab kerusakan,selanjutnya menunggu lagi dan terkumpul setelah terkumpul bila ada lagi yang terkumpul untuk rehab lagi.lalu kapan terwujudnya?mengingat pembangunan tersebut di mulai akhir Pebuari 2024 dan sekarang sudah pebuari 2026 kenyataanya belum terwujud.
Selain RS BEBEZA yang diklaim tidak mangkrak tapi belum selesau selesai, BAZNAS Kabupaten Sukabumi juga disoroti terkait pengelontaran anggaran yang diduga kurang terfokus pada pendidikan dan ekonomi y sementara kemanusian persentase paling tinggi dalam pengangaranya dan ada anggaran dawah dan advokasi yang juga besar pengangaranya. Yang harus benar benar rincianya secara transparan. Mengingat pada
periode 2025–2030 menjadikan pendidikan dan ekonomi sebagai pilar utama pelayanannya, sementara pada realisasinya persentase anggaran sangat kecil




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook