LEBAK, CAKRATARA – Ketua Perguruan Maung Pancer PPSI Kampung Sawit II Desa Tamansari, Alex Garung menyampaikan akan tetap mempertahankan seni tradisi debus pencak silat warisan nenek moyang asli Banten.

“Perguruan Maung Pancer sebagai bentuk Persatuan Pencak Silat Indonesia yang tetap mempertahankan dan melestarikan seni tradisi debus Pencak Silat hingga kini,” kata Alex.

Dikatakannya, hal itu terbukti dengan masih digelarnya seni tradisi debus di setiap pentas dan acara-acara resepsi pernikahan dan sunatan masyarakat setempat yang digelar pada tanggal 15 Maret 2021 di Desa Tamansari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.

Ketua Perguruan Maung Pancer Alex Garung juga mengungkapkan, dirinya akan tetap mempertahankan dan melestarikan seni debus pencak silat, karena seni debus pencak silat merupakan warisan budaya nenek moyang asli Banten.

“Kita ingin tetap menjaga dan melestarikan seni budaya Banten yang dititipkan nenek moyang kita, jika bukan kita siapa lagi yang melestarikannya,” ujar Alex, Senin (15/03/2021)

Alex menuturkan bahwa Perguruan Maung Pancer ini terdiri dari dirinya sebagai Ketua, Kang Roip sebagai pelatih, Bapak Unus sebagai Pembina, Ade Nana sebagai Humasnya, serta generasi muda masyarakat dari berbagai kampung yang masuk menjadi anggota.

Perguruan Maung Pancer Pencak SIlat Kampung Sawit II Desa Tamansari hingga saat ini telah berjumlah 50 orang anggota dari berbagai kampung se – Kecamatan Banjarsari dan telah berdiri selama kurang lebih tiga tahun sampai dengan sekarang. Dengan tujuan selain memelihara dan melestarikan seni debus pencak silat, juga mencari bibit-bibit baru seni debus pencak silat.

“Anggotanya dari mulai anak-anak, remaja hingga dewasa. Jadi tujuan utama dari seni debus pencak silat ini sebenarnya bukan untuk kejawaraan, akan tetapi untuk melestarikan budaya, mencari bibit baru dan menularkan seni tradisional debus pencak silat agar tidak punah,” tutup Alex.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook