SPBU Bayah Utamakan Layani Pengisi Jerigen Dikeluh Masyarakat
LEBAK, CAKRATARA –Â Masyarakat yang hendak mengisi BBM bensin di SPBU 34.423.06 Bayah mengeluhkan pelayanan para pegawai SPBU yang dirasanya lebih mengutamakan pengisian puluhan jerigen yang belanja bensin menggunakan mobil.
Setiap hari antrian mobil Pick Up yang membawa puluhan jerigen di bak mobil milik pedagang eceran tersebut berbaur dengan kendaraan pribadi R4, R2 warga masyarakat sekitar yang ingin mengisi BBM Pertalite yang akan pergi ke Kantor, Sekolah atau tempat kerja lainnya, harus lama mengantri di SPBU 34. 423. 06 Bayah yang ada di Kampung Ciwaru Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Antrian mobil Pick Up dan Mitsubishi L300 bermuatan jerigen berkapasitas 35 liter/jerigen milik pedagang BBM eceran, berjejer dari pintu masuk hingga tempat pengisian Dispender SPBU Pertamina 34.423. 06 Bayah.
Hasil pantauan awak media, Senin (28/03/2022) tampak jerigen berjejer disamping dispenser SPBU Bayah yang sedang di isi oleh petugas SPBU dan tampak antrian motor R2 dan mobil pribadi yang akan melakukan rutinitas baik bekerja, sekolah, pergi ke kantor merasa terganggu dan merasa tidak dilayani karena pihak SPBU lebih mengutamakan melayani /mengisi puluhan jerigen milik pedagang eceran.
Seperti yang diungkapkan salah satu pengendara R2 Odog yang baru keluar setelah mengisi bensin di SPBU Bayah kepada wartawan mengutarakan keluhannya.
“Saya mau berangkat kerja setiap pagi mengisi bensin motor ke SPBU Bayah selalu harus mengantri hampir selama 15 menit baru dilayani oleh petugas SPBU. Petugas SPBU lebih mengutamakan mengisi jerigen milik para pedagang BBM eceran yang jumlahnya banyak,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, pengendara mobil Avanza berplat B warga Jakarta Beni yang berhenti dekat pintu keluar SPBU Bayah, mengutarakan keluhannya karena harus mengantri lama.
“Saya mau pulang ke Jakarta dan ingin mengisi bensin di SPBU ini, namun saya harus menunggu selama 10 menit karena petugas SPBU mengutamakan mengisi jerigen yang berjajar dibawah dan diatas mobil Losbak,” ungkap Beni.
“Padahal saat jam sibuk di pagi hari, seharusnya petugas SPBU mengutamakan mobil pribadi seperti saya dan para pengendara R2 yang ingin bekerja atau beraktifitas,” imbuhnya.
Mobil pick up yang membawa puluhan jerigen yang di isi bensin tersebut diperkirakan hingga ratusan liter per pick up. Jika satu jerigen muat 35 liter dikalikan 15 jerigen= 525 liter dan jika seluruh pedagang bensin eceran yang memegang SKU berbelanja ke SPBU melebihi jumlah yang ditentukan, jelas keberadaan bensin pertalite di SPBU habis hingga jam 9 – 10 Wib.
Menurut pengelola SPBU. 34. 423. 06 Ilham, saat ditemui awak media mengatakan, bahwa SPBU Bayah setiap hari mendapat kiriman BBM dari Pertamina sejumlah 8000 liter dan Kami (pihak SPBU) mengisi jerigen diatas mobil pick up pedagang eceran, dan kami hanya memberikan atau layani hanya 15 jerigen berkapasitas 35 liter/jerigen, tidak lebih. Karena ga ada aturannya yang melarang SPBU menjual kepada pedagang bensin eceran, dan BBM Pertalite bukan Subsidi,” ujarnya.
“Jika saya mau jual atau isi 35 jerigen kepada pedagang bensin eceran pun ga masalah karena ga ada aturan yang melarang karena bensin pertalite itu bukan Subsidi,” tutup Ilham.
Diduga ada oknum pedagang BBM eceran melakukan penimbunan BBM dari hasil pantauan awak media, setiap pagi hingga jam 09:00 Wib berjajar mengantri kendaraan pick up dan Mitsubishi L300 bermuatan jerigen kosong warna biru dan hitam untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU 34. 423. 06 Bayah di Kampung Ciwaru Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak.
Asep Dedi Mulyadi
Cakratara



Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook