Kurang Dari Satu Bulan 5 Ekor Domba Program Ketapang Milik BUMDes Karya Mandiri Mati
Cakratara.com – Ada peristiwa menarik yang terjadi di desa Bendungan Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Program ketahanan pangan yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) Karya Mandiri untuk domba penggemukan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan 5 ekor domba diketahui mati mendadak.
Informasi yang diperoleh dari narasumber yang identitasnya dirahasiakan kepada media ini, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan desa Bendungan yang dikelola BUMDes Karya Mandiri sebanyak 62 ekor, 5 ekor domba diketahui mati mendadak.
Atas dasar informasi tersebut, wartawan media ini langsung melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Yayat ketua BUMDes Karya Mandiri desa Bendungan.
Yayat menerangkan bahwa domba milik desa dalam program ketahanan pangan (Ketapang) yang dikelola BUMDes Karya Mandiri dari 62 ekor memang benar mati 5 ekor, “Ada kemaren pak 5 ekor mati, Padahal langsung di suntik vaksin sebelumnya sama dokter hewan di kampung, “terangnya.
Selain itu Yayat menambahkan informasi tambahan dengan mengirimkan empat foto domba dalam kondisi mati, ” Yang satu gak ke foto soalnya waktu itu posisi matinya magrib jadi langsung di kubur, ada kuburannya juga, “tambahnya.
Kepala desa Bendungan, Nining saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp ditanya terkait anggaran program ketahanan pangan yang didanai Dana Desa (DD) tahun 2025 untuk pengadaan domba penggemukan, Kades menjawab singkat, ” 200jutaan, Ke ketua BUMDes saja, “jawabnya.
“Atau boleh datang ke desa, ini mah hari sabtu lagi di rumah, ” tambahnya.
Adanya kabar kematian kambing secara mendadak di desa Bendungan mendapat tanggapan dari Deni Setiawan selaku Aktivis Pergerakan Kabupaten Lebak, Minggu (07/11/2025). Deni menyangsikan, masa dalam kurun waktu satu bulan dari pembelian/pengadaan, sudah ada beberapa ekor kambing yang mati kok bisa?
“Seharusnya pada waktu pengadaan dan pada saat pembelian kambing perlu melibatkan pihak-pihak yang berkompeten seperti dr hewan. Karena proses pengadaan seperti inilah yang rawan terjadi mark up dengan membeli domba dalam kondisi sakit, “sarannya.
“Program ketahanan pangan di desa Bendungan untuk pengadaan domba sebelumnya harus direncanakan secara matang. Jangan asal melaksanakan karena anggaran yang digunakan pakai uang negara. Kalau memang mati harus ada kronologi dan ada surat keterangan dokter hewan. Jangan main-main dengan uang negara,” tegas Deni mengingatkan.
Atas kejadian tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menindaklanjuti terkait permasalahan ini dan segera turun tangan untuk melakukan investigasi. Bukan hanya terkait pengadaan domba nya saja tapi Deni juga akan menanyakan kegiatan atau program lainnya yang didanai dari Dana Desa (DD). Kalau memang ada dugaan penyelewengan saya pastikan akan melaporkan pada pihak berwajib, bisa jadi persoalan ini akibat lemahnya pengawasan, “pungkasnya.
(Adnan/Ewok)




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook