Kuasa Ahli Waris Turun Kelokasi Lahan Yang Diduga Diserobot PT Bogorindo Cemerlang
Cakratara.com-
Kuasa Ahli Waris turun kelokasi Lahan dides Tenjo Jaya kedusunan Panenjoan kecamatan cibadak kab.Sukabumi (29/5/25) kuasa ahli waris memantau langsung lahan yang diduga diserobot PT Bogorindo Cemerlang yang menurut informasi di lahan tersebut akan di jadikan camping ground, dalam pemberitaan sebelumnya PT Bogorindo Cemerlang dalam melakukan cut and fill seperti tidak memperdulikan jalan di sekitar, sehingga jalan hasil karya TNI dalam program TMMD tertutup longsoran tanah ketika hujan datang, walau pada akhirnya diberihkan kembali,namun itu sebagai salah satu bukti kecerahan pengelola proyek yang tidak mengantisipasi sebelumnya, begitupun saat ini diduga ceroboh juga dalam urusan lahan yang tengah dikerjakan,karena lahan tersebut menurut informasi yang didapat bukan lahan Bogorindo melainkan milik Abdullah bin tholib.
Pengakuan kepemilikan lahan Abddullah bin tholib tersebut berdasarkan pada kutipan C tahun 1973 dari Desa Pamuruyan sebelum pemekaran menjadi Desa Tenjo Jaya, menurut keterangan yang tertera lahan milik Abdullah tersebut seluas 11,56 hektare.
Ade Sudrajat Kuasa hukum ahli waris yang langsung turun kelokasi menyampaikan” saat ini saya hanya ingin mrnyampiakan bahwa lahan ini milik abdullah. Bin. Tholib,lahan yang saat ini ada permasalaan fisik dengan PT Bogorindo” ucapa Ade Sudrajat dengan singkat, PT Bogorindo Cemerlang yang tengah melakukan pengerukan tanah di lahan yang menurut Ade Sudrajat milik Abdullah bin Tholib sepatutnya mempunyai bukti yang jelas untuk di perlihatkan Kalau Lahan ini milik PT Bogorindo segalanya harus jelas dengan adanya bukti,lahan ini SHGB,SHM, atau hanya SPPT
Tri Pramono Salah satu tim kuasa ahli waris dengan jelas menyampaikan” sampai saat ini dari hasil beberapa komunikasi dengan pihak perusahaan,kami belum mendapatkan kejelasan yang bisa ditunjukan berupa dokumen kepemilikan lahan,pihak PT Bogorindo sudah hampir 5 bulan kami tunggu bukti yang bisa diperlihatkan namun tidak ada sama sekali, dan perlu diketahui juga ahli waris sudah memasang patok di atas lahan, agar sebelum ada kepastian tidak ada kegiatan dilahan yang masih sengketa, namun sepertinya tidak di gubris lketegasan larangan tersebut,karena sampai saat ini tetap terus ada pekerjaan cut n fill” Jelas Tri Pramono salah satu tim ahli waris.
Sementara dikonfirmasi kepihak bogorindoĺ melalui humas bogorindo wilayah tenjo jaya bernama Iqbal melalui sambungan whatsapp dipertanyakan apakah pihak bogorindo akan tetap melanjutkan pekerjaan diatas lahan yang bermasalah dan dipermaslahkan, Iqbal hanya menjawab” tadi saya sudah memberikan statment di wawancara, silahkan minta saja” jawaban whatsapp Iqbal, dengan jawaban nya tersebut terasa aneh karena pertanyaan belum tentu sama,
Berbeda dengan Berlin yang juga dari Bogorindo, Berlin hanya membaca pesan whatsapp tanpa membalas ketika dipinta statment dari pihak bogorindo dengan adanya kemunculan kuasa Ahli waris yang datang kelokasi,
Dari dua orang dari Bogorindo ketika dikonfirmasi tidak ada statment sesuai yang dipertanyakan menjadi tanda tanya, apakah pihak Bogorindo Cemerlang mengakui itu lahan orang namun tidak peduli?
Sepertinya permasalahan lahan yang tengah dipermasalahkan akan terus berjalan dengan saling pembuktian kepemilikan, namun ditengah saling mengaku tersebut semestinya ada pihak tertentu yang bisa menghentikan aktivitas sebelum ada kejelasan,
Sebagai catatan adanya cut n fill yang di lakukan bogorindo Cemerlang dibuktikan yang dulunya banyak pohon pohon tapi sekarang hanya terlihat tinggal gundukan tanah tanpa pohon, sementara letaknya diatas dan dibawah bukit tersebut ada perkampungan, apakah tidak ada kecemasan pemerintah setempat seperti kecamatan akan adanya bencana longsor karena tidak ada pohon pohon panahan tanah?
Bagaimana dengan harapan gubernur jawabarat dengan jaga alam jaga hutan dan memelihara alam, apakah di kecamatan cibadak dapat memenuhi keinginan dan harapan gubernur Jawa barat, sementara keindahan bukit di panenjoan saat ini hanya terlihat bukit tanah.



Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook