SMPN 32 Tangerang Pungut Pembuatan Buku ke Siswa
TANGERANG, CAKRATARA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 32 Kota Tangerang diduga mewajibkan melakukan pungutan pembuatan Buku Tahunan Sekolah (BTS) kepada siswa sebesar Rp 350 ribu rupiah.
Adanya pungutan yang diwajibkan terkait BTS dari pihak sekolah seakan memaksa para wali murid sehingga beberapa orang tua siswa mengaku bingung dan mempertanyakan pemungutan tersebut.
“Apakah biaya pembuatan buku tahunan sekolah di sekolah negeri harus sebesar itu disaat semua dalam kesulitan mencari penghasilan. Kalau saja masih kerja tentu tidak terlalu bermasalah, nah saya ini sudah jobbless 8 bulan,” kata Hasan (bukan nama sebenarnya) kepada awak media saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/5/2022).
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 32 Tangerang, Emma mengakui adanya pungutan untuk BTS. Dia beralasan program ini atas desakan siswa yang 2 tahun terakhir tidak pernah bertemu dengan kawan-kawannya.
“Program ini berdasarkan permintaan dari siswa-siswa sendiri untuk kenang-kenangan dan pihak sekolah memfasilitasinya, dan ini tidak langsung dibayar tapi dicicil dari jauh-jauh hari,” kata Emma saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/5/2022).
Terkait pandemi dan kesulitan para orang tua untuk memenuhi pungutan tersebut, Emma mengatakan bagi siswa yang tidak mampu tidak perlu membayar alias digratiskan.
“Program ini sekali lagi permintaan siswa dan sekolah hanya memfasilitasinya dan juga tidak diwajibkan kok, bagi siswa yang tidak mampu ya tidak usah membayar. Nilainya juga tidak sebesar itu kok dan tidak diwajibkan juga,” jelasnya.
Namun saat dijelaskan nilai itu termasuk dengan biaya wisuda, kepala sekolah yang pernah mengajar di SMP 18 itu langsung terdiam.
Praktisi pendidikan dari UNJ, Ardimen mengatakan tidak sepantasnya sekolah negeri ‘berbisnis’ di tengah pandemi.
“Tidak sepantasnya pihak sekolah melakukan bisnis di tengah kesulitan ekonomi yang dialami semua orang di masa pandemi. Hemat saya itu pungutan yang tidak masuk akal dan penuh rekayasa,” tutupnya.
Jatmiko
Cakratara




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook