Connect with us

TNI-Polri

Pria Setengah Abad Diduga Cabul Diciduk Polisi

Joko Purwono

Published

on

Pria setengah abad berinisial D als Boby (50) harus merasakan dinginnya hotel prodeo lantaran diduga melakukan aksi perbuatan cabul

JAKARTA, CAKRATARA – Pria setengah abad berinisial D als Boby (50) harus merasakan dinginnya hotel prodeo lantaran diduga melakukan aksi perbuatan cabul terhadap anak perempuan dibawah umur berkebutuhan khusus (down syndrome).

Anak perempuan dibawah umur berinsial SR (14) mendapatkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh terduga pelaku yang merupakan tetangga kostnya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce di dampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Akbp Joko Dwi Harsono dan Kasi Humas Kompol Moch Taufik Iksan mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan seorang pria setengah abad yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap anak perempuan dibawah umur pengidap down syndrome.

Adapun menjadi dasar LP 414/2022 tanggal 14 mei 2022 perkaranya adalah perbuatan cabul terhadap anak SR (14).

“kejadian tersebut terjadi pada sabtu 14 mei 2022 sekira pukul 15.00 wib bertempat di daerah tamansari,” ujar Kombes pol Pasma Royce saat di menggelar press conference di Mapolres, Rabu (18/5/2022).

Advertisement

Kombes Pol Pasma Royce menjelaskan kejadian tersebut bermula Pada saat korban duduk di tangga lantai 3 dan terduga pelaku akan naik ke lantai 4

Antara terduga pelaku dan korban sama-sama tinggal di kos-kosan di daerah taman sari Jakarta Barat

“ini sama-sama pada saat mau naik karena terhalang meminta minggir korban tidak mau akhirnya terduga pelaku mengangkat korban dan melakukan perbuatan cabul,” ucap Kombes Pol Pasma Royce

Atas dasar kelakukan dari terduga pelaku yang berinisial D alias Bobi maka orangtua dari korban melaporkan ke polres metro jakbar yang kemuduan melakukan tindakan kepolisian

Lanjut Pasma mengatakan setelah berhasil mengamankan terhadap pelaku pihaknya juga akan berkoordinasi dengan P2TP2A terkait dengan psikologis anak

Advertisement

“Kordinasi dengan P2TP2A ini untuk memberikan trauma healing terhadap kondisi kejiwaan korban,” jelasnya.

“Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan Pasal
76 e junto 82 uu ri no 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak,” tutupnya.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications