Connect with us

Budaya dan Pariwisata

Menparekraf Menilai Rahaya Resto dan Resort Miliki Potensi Wisata Besar

Published

on

Menparekraf Sandiaga Uno menilai Rahaya Resto dan Resort memiliki potensi yang sangat besar menjadi sebuah infrastruktur wisata

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai kebanggaan hotel dan restoran di Kabupaten Lebak, Rahaya Resto dan Resort mendapat dukungan dan motivasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno saat kunjungannya pada Jumat (20/8/21).

Dalam pesannya, Menparekraf Sandiaga Uno menilai Rahaya Resto dan Resort memiliki potensi yang sangat besar menjadi sebuah infrastruktur wisata yang dapat dibanggakan bagi wilayah Kabupaten Lebak.

“Terlihat potensi yang luar biasa, tampilan, model dan pelayananya sudah berkelas memadukan konsep pemandangan yang natural yang disukai oleh semua kalangan. Produknya juga beragam dan kreatif dalam menerima serta mengembangkan semua produk UMKM di Lebak. Saya yakin Rahaya bukan saja hanya mampu bertahan tapi mampu bangkit dan sukses menyajikan Resort yang sesuai dengan standar CHSE,” kata Sandiaga Uno.

Menanggapi kedatangan Menparekraf, Direktur Rahaya Resto dan Resort, Rosna Gustina Rahayu mengaku sangat senang atas kepercayaan masyarakat terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemda Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak.

“Tentu ini menjadi suntikan semangat kami bangkit dari situasi Pandemi, dengan standar yang sudah disesuaikan dalam pandemi. Kami yakin Rahaya Resort menjadi solusi dan juga salah satu dukungan kemajuan pariwisata di Lebak, kedatangan Menparekraf juga akan menambah kepercayaan kami dan masyarakat. Semoga selanjutnya kami bisa melaju sukses dan berkontribusi bagi perkembangan pariwisata di Lebak,” tutup Rosna sapaan akrabnya.

Direktur Rahaya Resto dan Resort, Rosna Gustina Rahayu bersama unsur manajeman menyambut kedatangan Menparekraf bersama rombongan. Turut hadir, Wakil Bupati Lebak, Sekda Lebak bersama Forkompimda Lebak dalam kegiatan pengembangan tata ekonomi kreatif.

Dalam kesempatannya, Direktur Rahaya bersama H. Hengki selaku Owner Rahayu berkenan memberikan buah karya UMKM Lebak berupa batik Lebak dan lukisan adat Baduy serta sajian Welcome drink gula aren yang membuat Sandiaga sangat menyukainya.

Terkesan dengan nuansanya, Menparekraf berkenan berganti pakaian dengan pakaian yang telah disiapkan oleh Manajeman Rahaya yaitu pakaian adat Baduy seperti yang digunakan Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Budaya dan Pariwisata

Indahnya Taman Gunung Wayang Butuh Sentuhan Infrastruktur

Published

on

Pemerintah Desa Gunung Endut mengembangkan indahnya destinasi wisata Taman Gunung Wayang dengan memadukan pesona alam

SUKABUMI, CAKRATARA – Pemerintah Desa Gunung Endut mengembangkan indahnya destinasi wisata Taman Gunung Wayang dengan memadukan pesona alam dan karya seni untuk memikat para pengunjung.

Namun sangat disayangkan indahnya Taman Gunung Wayang yang berada di Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat belum tersentuh infrastruktur sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah setempat.

Kepala Desa Gunung Endut, Dede Mistar yang terus bekerja keras mengembangkan agrowisata mempunyai keyakinan indahnya Taman Gunung Wayang akan jadi tempat wisata yang disukai oleh para wisatawan.

“Pembangunan taman dengan khas sunda yang kental secara mata melihat seperti nuansa bali. Konsep ini dipilih untuk kenyamanan para pengunjung yang akan merasakan betah ketika pertama masuk gerbang,” kata Kades Dede Mistar kepada wartawan pada Sabtu (25/12/21).

Kades Gunung Endut berharap kepada pemerintah daerah untuk membantu dalam pembangunan infrastruktur Taman Gunung Wayang yang masih terus berbenah dengan membangun fasilitas di dalamnya.

“Saya berharap ada bantuan untuk pengembangan infrastruktur. Saat ini tempat wisata Taman Gunung Wayang sudah dapat mengkaryakan para warga yang bekerja dan juga memberikan peluang usaha pada masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya,” kata Dede.

Sementara itu, 3 orang pengunjung, Desti, Selvi, dan Listi mengungkapkan sering datang ke Taman Gunung Wayang.

“Alam dan pemandanganya gak membosankan, dan juga banyak kuliner yang ada di tempat ini, serta tiket masuknya sangat murah meriah,” ungkap mereka.

Ujil yang merupakan pengurus Taman Gunung Wayang mengatakan akan terus meningkatkan fasilitas yang disukai para pengunjung.

Dikatakannya, saat ini pengunjungnya taman wayang setiap harinya tidak pernah sepi, apalagi jika pemerintah daerah yang tengah meningkatkan pariwisata memberikan bantuan dalam pengembangnya.

“Dengan adanya Taman Gunung Wayang menjadi icon tersendiri untuk Desa Gunung Endut,” tutup Ujil.

Agrowisata Sukabumi begitu banyak ditemukan, tempat wisata seperti Taman Gunung Wayang sepantasnya jadi prioritas dalam perencanaan pembangunan infrastruktur untuk pengembangan agar lebih tertata dengan baik.

Taman Gunung Wayang juga terdapat wahana mainan anak anak serta menyediakan live musik untuk menghibur para pengunjung.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Budaya dan Pariwisata

Parade Nusantara Ikuti Diskusi Pengembangan Desa Wisata

Published

on

Parade nusantara yang diwakili Kepala Desa Cibodas mengikuti diskusi pengembangan wisata di pedesaan di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, CAKRATARA – Parade nusantara yang diwakili Kepala Desa Cibodas mengikuti diskusi pengembangan wisata di pedesaan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (14/12/21).

Diskusi tersebut banyaknya obyek wisata di desa desa yang berada di wilayah Sukabumi yang belum terfasilitasi pembangunan maupun pengembangannya. Sehingga menjadikan dorongan kuat DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mengadakan diskusi dengan berbagai elemen dan organisasi masyarakat juga bagian kepemerintahan Kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Cibodas, Jajah Junajah yang mewakili parade nusantara mengatakan sangat mendukung adanya diskusi pengembangan objek wisata di pedesaan yang berada di Kabupaten Sukabumi ini.

“Pengembangan objek wisata ini akan luar biasa manfaatnya bagi desa desa yang punya potensi wisata untuk dikembangannya,” kata Jahah Junajah.

Selain itu, Jajah Junajah juga mempertimbangkan sisi lainya sebelum pelaksanaan pembangunan obyek wisata terlebih dahulu harus memperhatikan status tanah. Menurutnya, jangan sampai setelah berkembang ada pihak pihak yang mempermasalahkan.

“Ketika nanti dalam pelaksanaan pembangunan objek wisata jangan sampai ada perselisihan dari pihak-pihak tertentu,” tutup Jajah Junajah.

Parade nusantara secara keseluruhan mendukung langkah langkah pengembangan pariwisata. Kehadirannya dalam diskusi ini menjadikan suasana lebih hidup karena aktifnya dalam tanya jawab diskusi.

Diskusi yang diadakan di Hotel Agusta tersebut menyusun aturan aturan yang nantinya akan jadi acuan dalam pelaksanaan pengembangan desa wisata.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending