LEBAK, CAKRATARA – Pemilik sanggar seni budaya jaipongan mengatakan di tengah pandemi terlebih penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengalami penurunan job.

“Pandemi ini terlebih penerapan PPKM kami mengalami penurunan job atau pentas,” kata pemilik sanggar seni budaya jaipongan, Muhamad Karman asal Kampung Cikarang, Desa Nanggerang, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten.

Muhamad Karman merupakan pewaris ke 2 (dua) dari Almarhum bapaknya. Menurutnya, budaya jaipongan merupakan adat tradisi turun temurun yang tidak bisa dihilangkan selama ini sudah belasan tahun.

“Saya merupakan penerus ke 2 dari Almarhum bapak saya yang selama ini memberikan amanah untuk meneruskannya yang saya kasih nama Armi Group. Selain jaipongan, silat, topeng, nari dan juga kuda lumping,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, dirinya mengungkapkan keluhannya dengan sedikit sedikit sedih karena seni jaipongan ini biasanya bisa bebas pentas sampai ke wilayah-wilayah semenjak pandemi tidak lagi bebas pentas kemana-mana. Bahkan, kata dia, ada panggilan hanya orang-orang dekat yang masih merupakan warga setempat, itupun tak ada kenyamanan dikarenakan tidak diperbolehkan pentas atau manggung.

“Saya berharap semoga pandemi ini cepat hilang dan dinyatakan aman lagi seperti biasa, karena kami semua yang merupakan ahli seni merasa sedikit terganggu dan kurang nyaman. Sementara sebelum ada pandemi, group musik saya ini Alhamdulillah sudah mengapak jauh dan sampai kemana-mana,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa budaya merupakan seni budaya yang turun temurun harus selalu dijaga dan dirawatnya.

“Semoga ke depannya seni jaipongan saya ini bisa semakin meningkat dan makin besar lagi, karena ini merupakan titipan amanah yang harus dijaga dan dikembangkan,” tutupnya.

Cs Suteja
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook