Connect with us

Budaya dan Pariwisata

Pantai Datuk Pesona Wisata Alam di Kabupaten Batu Bara

Published

on

By

Pantai Datuk di Kecamatan Sei suka, Kabupaten Batu Bara, Kawasan hiburan bagi masyarakat dibangun Pemerintah bekerja sama dengan pengelola

BATU BARA, CAKRATARA – Tampak kegembiran warga pengunjung berbaur menjadi satu saat menikmati pesona pantai yang meliputi pepohonan hingga memadati Kawasan Pantai Datuk di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Kawasan hiburan bagi masyarakat tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang bekerja sama dengan pengelola masyarakat setempat.

Hal ini sempat sepi dengan adanya larangan saat menghadapi masa pandemi covid-19 beberapa waktu lalu. Namun, Pantai Datuk kini telah bisa dilakukan pembukaan kembali dengan aturan yang ketat bagi pengunjung untuk menerapkan 5M yang dibantu Personel Satpol PP dan Personel TNI yang turut melakukan pengamanan protokol kesehatan.

Salah seorang warga yang berkunjung dari Medan pada Minggu (20/6/21), Aisyah sangat senang dan takjub dengan pesona alam Pantai Datuk. Ia mengungkapkan rasa bahagia bersama keluarga dengan tarif murah meriah.

“Kami ke sini akan pulang sore sambil menghadiri kegiatan arisan keluarga temu sapa di pantai ini sehabis lebaran yang beberapa waktu lalu belum bisa terlaksana,” ungkapnya.

Selain Aisyah, seorang Warga Kabupaten Batu Bara, Indah menuturkan setiap Minggu bersama keluarga mendatangi Pantai Datuk untuk menikmati indahnya pantai sembari liburan.

“Berlibur ke pantai bagi kami bisa membuat kami senang dan bahagia karena bisa ber gembira bersama teman dan keluarga saat mengunjungi pantai,” kata Indah.

Rasa gembira muncul saat menyaksikan warga, ramai memadati kawasan Pantai Datuk yang begitu memiliki pesona yang elok, serta bibir pantai yang berdekatan dengan kawasan inalum serta pelabuhan Pelindo.

Adapun bangunan yang ada meski belum maksimal dibangun menjadi keindahan tersendiri, banyaknya pepohonan menambah kenyamanan bagi warga pengunjung yang bersantai serta berfoto selfi.

Fasilitas yang ada dari Rumah gubuk indah di kelilingi air, Rumah Sarang Burung gantung, water park, serta wisata alam maghrove dan jembatan yang mengarah ke bibir pantai seta panorama pohon yang rindang di tambah dentuman musik kaybord bagi pengunjung menjadi kawasan pantai yang bagus, tempat istrirahat pengunjung juga telah tersedia yang juga ada ruang santai bagi pengunjung yang ingin nongkrong

Biarpun hanya datang untuk sekedar membawa anaknya bermain di pantai sambil bersantai di bawah pohon yang rindang,namun paling tidak, fasilitas kawasan pantai ini, mulai menampakkan eksistensinya sebagai tempat hiburan masyarakat yang murah dan terjangkau,
Baik pedagang kecil serta para Pengelolah yang bisa mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata Pantai Datuk.

Hal ini sekaligus menjadi pertanda akan mulai berangsur-angsur pulihnya kondisi ekonomi warga saat di hadapi dilema panjang covid-18 serta peningkatan pendapatan daerah kabupaten batu bara dalam sektor wisata lokal.

Rasa gembira warga terlihat dengan antusias kedatangan pengunjung dari pantauan awak media melihat warga berjubel memadati kawasan pantai datuk yang turut telah melakukan prokes dalam kunjungan warga yang ingin bermain di kawasan pantai.

Kedatangan warga pengunjung melihat di padati pengunjung yang berkumpul untuk sekedar melepas kepenatan, tersenyum, dan tertawa lepas menanggalkan segenap rasa lelah dan stress menyaksikan ceria anak-anak bermain di rindangnya alam

Sebuah pemandangan kontras yang menyimbolkan rasa haus masyarakat Batu bara baik lokal maupun dari luar kota secara antusias dengan antrian masuk kendaraan dan ramainya di dalam kawasan sepanjang pantai akan hiburan.

Rasa keceriaan Pengunjung terasa menyaksikan indahnya pesona alam tersenyum penuh gembira para para pedagang kaki lima yang sibuk meladeni pembeli di tengah jalan menuju pantai

Lapak dagangan mereka yang sebelumnya sepi, berubah padat, dan ramai dalam seketika, mulai di padati pengunjung yang ingin membeli keperluan Pada setiap hari minggu maupun hari libur yang padat pengunjung.

Meski keuntungan yang mereka raup tidaklah terlalu banyak, karena harus berbagi dengan sesama pedagang di sekitarnya, namun paling tidak, rezeki yang mereka peroleh untuk edisi hari Minggu, (18/06) siang, dari pedagang bakso, minuman, KFC serta makanan tradisional lainnya.

Rudi
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Budaya dan Pariwisata

Menparekraf Menilai Rahaya Resto dan Resort Miliki Potensi Wisata Besar

Published

on

By

Menparekraf Sandiaga Uno menilai Rahaya Resto dan Resort memiliki potensi yang sangat besar menjadi sebuah infrastruktur wisata

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai kebanggaan hotel dan restoran di Kabupaten Lebak, Rahaya Resto dan Resort mendapat dukungan dan motivasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno saat kunjungannya pada Jumat (20/8/21).

Dalam pesannya, Menparekraf Sandiaga Uno menilai Rahaya Resto dan Resort memiliki potensi yang sangat besar menjadi sebuah infrastruktur wisata yang dapat dibanggakan bagi wilayah Kabupaten Lebak.

“Terlihat potensi yang luar biasa, tampilan, model dan pelayananya sudah berkelas memadukan konsep pemandangan yang natural yang disukai oleh semua kalangan. Produknya juga beragam dan kreatif dalam menerima serta mengembangkan semua produk UMKM di Lebak. Saya yakin Rahaya bukan saja hanya mampu bertahan tapi mampu bangkit dan sukses menyajikan Resort yang sesuai dengan standar CHSE,” kata Sandiaga Uno.

Menanggapi kedatangan Menparekraf, Direktur Rahaya Resto dan Resort, Rosna Gustina Rahayu mengaku sangat senang atas kepercayaan masyarakat terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemda Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak.

“Tentu ini menjadi suntikan semangat kami bangkit dari situasi Pandemi, dengan standar yang sudah disesuaikan dalam pandemi. Kami yakin Rahaya Resort menjadi solusi dan juga salah satu dukungan kemajuan pariwisata di Lebak, kedatangan Menparekraf juga akan menambah kepercayaan kami dan masyarakat. Semoga selanjutnya kami bisa melaju sukses dan berkontribusi bagi perkembangan pariwisata di Lebak,” tutup Rosna sapaan akrabnya.

Direktur Rahaya Resto dan Resort, Rosna Gustina Rahayu bersama unsur manajeman menyambut kedatangan Menparekraf bersama rombongan. Turut hadir, Wakil Bupati Lebak, Sekda Lebak bersama Forkompimda Lebak dalam kegiatan pengembangan tata ekonomi kreatif.

Dalam kesempatannya, Direktur Rahaya bersama H. Hengki selaku Owner Rahayu berkenan memberikan buah karya UMKM Lebak berupa batik Lebak dan lukisan adat Baduy serta sajian Welcome drink gula aren yang membuat Sandiaga sangat menyukainya.

Terkesan dengan nuansanya, Menparekraf berkenan berganti pakaian dengan pakaian yang telah disiapkan oleh Manajeman Rahaya yaitu pakaian adat Baduy seperti yang digunakan Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading

Budaya dan Pariwisata

Seni Budaya Padepokan Lapbas Maung Bodas Meriahkan HUT RI ke-76

Published

on

By

Padepokan Lapbas Maung Bodas turut meriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dengan mengadakan seni budaya dari nenek moyang

LEBAK, CAKRATARA – Padepokan Lapbas Maung Bodas turut meriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dengan mengadakan seni budaya leluhur turunan dari nenek moyang yang berlangsung di Kampung Keong, Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten Rabu (18/08/2021).

Acara ini langsung dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua Padepokan Lapbas Maung Bodas H. Asmun yang disambut antusias oleh masyarakat.

“Kegiatan seni budaya ini merupakan hiburan untuk mengenang jasa pahlawan pejuang kita dulu yang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata H. Asmun.

Menurut H. Asmun, kesenian budaya ini perlu dijaga dan dilestarikan, karena dengan mencintai seni yang di wariskan dari nenek moyang bisa menjalin suatu hubungan silaturahmi dan kekeluargaan.

“Dengan belajar seni bela diri ini bukan hanya buat untuk membela diri saja, namun banyak juga manfaatnya. Bahkan kita siap membela menjaga dan mengamankan tanah NKRI yang tercinta ini,” ujar H. Asmun.

Di tempat terpisah, H. Misnan sebagai tokoh masyarakat saat diwawancari awak media menyampaikan bahwa dirinya di usia yang sudah 74 tahun masih mencintai senibudaya. Kami, kata dia, seni budaya sudah menjadi bagian hidup bahkan sudah melekat pada diri dan jantung.

“Saya masih aktif kalau ada acara yang kebetulan sebagai peniup torompet. Saya pesan kepada penerus muda-mudi anak cucu dan cicit tolong jaga dan lestarikan seni budaya ini,” harap H. Misnan.

“Saya juga berharap nilail-nilai kehormatan budaya jangan sampai punah dengan adanya kemajuan dan banyaknya budaya luar yang masuk ke daerah kita ini,” tutupnya.

Wahid Abdullah
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications