Connect with us

Nusantara

Warga Sei Raja Laporkan Dugaan Korupsi ke Komnas Tipikor Sumut

Published

on

Warga Desa Sei Raja melaporkan dugaan korupsi oknum Kepala Desa kepada Komite Nasional Tindak Pidana Korupsi (Komnas Tipikor) Sumatera Utara

BATUBARA, CAKRATARA – Warga Desa Sei Raja melaporkan dugaan korupsi oknum Kepala Desa kepada Komite Nasional Tindak Pidana Korupsi (Komnas Tipikor) Sumatera Utara (Sumut) yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pematang Siantar, Rabu (9/6/21).

Warga Desa Sei Raja, Kecamatan Medang, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara juga meminta Kantor Lembaga Komite Nasional Tindak Pidana Korupsi (Komnas Tipikor) untuk segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi tersebut.

“Kami melaporkan dugaan korupsi kepada Komnas Tipikor dengan melampirkan data diduga tidak jelas pada APBN 2020 Rancangan Anggaran Desa serta pengadaannya, dan sebagian data yang diduga di mark up oleh oknum kepala desa dimaksud,” terang perwakilan Warga Desa Sei Raja.

Kehadiran perwakilan warga yang menduga temuan pengadaan desa yang fiktif disambut langsung oleh Ketua Tim Investigasi Sumatera Utara, Henderson Silalahi. Dengan penuh harapan warga pelapor memohon agar laporannya ditindaklanjuti.

Menanggapi pengaduan masyarakat, Ketua Komnas Tipikor, Henderson Silalahi mengatakan akan segera turun ke sana dengan aparat dari unit tipiter Polda Sumut.

“Apabila warga bersedia menunjukkan titik pengerjaan atau item yang diduga di mark up pembiayaannya maka kepala desa tersebut jelas telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan akan kita pidanakan seberat beratnya,” kata Silalahi.

Silalahi juga mengatakan dalam waktu dekat akan menindaklanjuti sekaligus membawa kuasa hukum untuk menyusun laporan dan dakwaan yang akan dialamatkan bagi oknum kepala desa tersebut.

“Kami akan mengusut tuntas laporan warga bekerja sama dengan aparat kepolisian dari Polda Sumut dalam hal ini unit Tipiter. Tak seorang pun bisa bersembunyi dibalik pangkat (jabatannya) apabila unsur pidananya sudah jelas,” katanya mengakhiri.

Rudi
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending