Connect with us

Nusantara

TB Ade Rudi Jurnalis Pecinta Seni dan Budaya di PJBN

Published

on

Seorang wartawan senior pecinta seni dan budaya TB Ade Rudi penampilannya sederhana namun nasehatnya diikuti banyak orang

LEBAK, CAKRATARA – Seorang wartawan senior pecinta seni dan budaya TB Ade Rudi penampilannya sederhana namun nasehatnya diikuti banyak orang, terutama para anggotanya yang menekuni dunia jurnalistik.

Dari keterangan yang diterima Wartawan di Lebak, Senin (7/6/21) bahwa Wartawan Senior TB Ade Rudi juga seorang Pemimpin Redaksi di beberapa Surat Kabar dan Media Online di tanah air yang dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat tegas. Namun demikian, dia selalu terbuka menerima saran dari para anggota dan sahabatnya.

Kiprahnya dalam dunia jurnalistik sungguh tidak diragukan, karena banyak berita dan artikel yang ditulisnya sangat bermanfaat. Tetapi ada juga berita itu yang membuat pihak- pihak tertentu
panas dingin. Tak heran bila
tokoh ini beberapa kali diperiksa pihak kepolisian lantaran tajamnya tulisan dalam pemberitaannya tersebut.

Wartawan senior yang juga anggota Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) ini mengaku “bosan” mengikuti dunia politik saat ini.

“Aku hanya melihat tapi tak ingin bicara,” ucap H. TB Ade Rudi.S yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Era Pak Naro di Jakarta Selatan.

Terjunnya dalam dunia jurnalis kata tokoh pers nasional yang satu ini, sungguh tidak semudah merumuskan dunia tentang mimpi, tetapi melalui lika liku yang sangat tajam.

“Semisal kaki kiri wartawan ada Neraka dan kaki kanan ada di Surga. Salah saja melangkah sudah pasti tahu akibatnya. Setidaknya jeruji besi di dunia sudah menunggu,” tegas Ade.

Seperti dikisahkan, suka dan duka sudah pasti ada. Bisa dekat dengan para pejabat, anggota Dewan sampai Wakil Presiden serta Istana.

“Dahulu anak Wakil Presiden Adam Malik kalau mau mancing ikan aja kita yang dampingi,” kata Ade yang juga Alumni Instruktur Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) Universitas Indonesia (UI).

Menjawab pertanyaan wartawan bergabungnya ia di Paguron Jalak Banten Asuhan prof KH.TB .Sangadiah MA, kata Ade, itu lantaran selain ia suka menulis, ia juga mencintai seni dan budaya, dan itu ada di dalam PJBN.

TB Ade sendiri hingga saat ini masih membina anak anak di Perguruan Pencak Silat Pusaka Djakarta.

“Alhamdulillah peran serta pesilat pernah main dan meramaikan film layar lebar Indonesia tempo doeloe, seperti Si Pitung, Ateng Pendekar Aneh, Nyai Dasima, Sibuta Dari Gua Hantu serta Film lainnya, dan Perguruan Silat itu dalam asuhan H. Sanusi sebagai pendiri,” ungkap Ade mengakhiri.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Please rotate your device
Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Cakratara.com
Dapatkan aplikasi web kami. Ini tidak akan menghabiskan ruang di ponsel Anda.
Install
See this post in...
Cakratara.com
Safari
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi