Connect with us

Budaya dan Pariwisata

Kembangkan Destinasi Wisata, Jaro dan PUB Lebak Telusuri Curug Bahurang

Published

on

Kegitan telusur Curug Bahurang merupakan kembangkan destinasi wisata lokal, sebagai penunjang kegiatan perekonomian masyarakat.

LEBAK, CAKRATARA – Dalam upaya kembangkan destinasi wisata lokal, Kepala Desa Leuwidamar, Jaro Sahidin,Sos. bersama Sekum Perkumpulan Urang Banten (PUB) Kabupaten Lebak, Dede Sudiarto, SPd,MM. beserta Babinsa Hafif dan seluruh Perangkat Desa Leuwidamar melaksanakan telusuri Curug Bahurang yang terletak di Kampung Keusal Desa Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegitan telusur Curug Bahurang merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan dan kembangkan destinasi wisata lokal, sebagai penunjang kegiatan perekonomian masyarakat.

Curug Bahurang ini ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 1 km, dan terdapat curug pendamping yang disebut curug dijah serta terdapat kolam kolam berupa lobang alami batuan yang bisa untuk dijadikan pemandian.

Jaro Sahidin mengatakan kegiatan outdor ini merupakan kegiatan yang akan diagendakan secara rutin di luar pekerjaan kantor, karena survey seperti ini akan memberi data kongkrit sebagai masukan bagi kebijakan desa di bidang kembangkan destinasi wisata lokal.

“Curug Bahurang ini juga berada di perbatasan dan terhubung dengan 3 desa yakni Desa Leuwidamar, Desa Lebakparahiang, dan Desa Cibungur, dimana wilayah ini juga sebagai penyangga rencana Bendungan Pasirkopo Leuwidamar, sehingga akses jalan ke bendungannya akan melewati wilayah curug Bahurang sehingga destinasi wisata akan lebih komplit,” kata Jaro Sahidin.

Ditambahkan Sekum PUB Lebak, Dede Sudiarto, MM, kehadirannya dalam kegiatan telusuri Curug Bahurang merupakan komitmen Perkumpulan Urang Banten dalam mendorong pengembangan wisata dan pertanian sebagai sektor ekonomi mikro yang terbukti tetap bertahan dalam krisis ekonomi sekalipun.

Apalagi lokasi Curug Bahurang ini ternyata berada sekitar 700 m dari rencana akses jalan ke lokasi Bendungan Pasirkopo Leuwidamar, ini merupakan sebuah momen yang tepat apabila segera Bendungan pasirkopo dibangun, maka otomatis lokasi yang indah ini akan terbuka dan tidak terisolasi kembali karena jika menggunakan anggaran desa tidak akan mampu membangunnya.

“Kami berharap kepada Kementrian PUPR untuk segera melanjutkan rencana pembangunan Bendungan Pasirkopo Leuwidamar,” harap Sekum PUB Lebak.

Dikatakannya, Curug Bahurang sudah mulai ada yang berkunjung dari wilayah Rangkasbitung. Hari ini saja, kata dia, kebetulan ada 10 orang yang datang mengunjungi Curug Bahurang.

“Destinasi wisata alam seperti curug Bahurang merupakan pilihan pengembangan wisata yang bisa dimanfaatkan secara ekonomi sekaligus ikut dalam melestarikan lingkungan. Masih banyak potensi wisata lokal yang bisa dikembangan yang tentu saja semua stakeholder harus bersama dama mendukung berkembangnya wisata alam yang bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekitarnya,” tutupnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Budaya dan Pariwisata

Pantai Datuk Pesona Wisata Alam di Kabupaten Batu Bara

Published

on

Pantai Datuk di Kecamatan Sei suka, Kabupaten Batu Bara, Kawasan hiburan bagi masyarakat dibangun Pemerintah bekerja sama dengan pengelola

BATU BARA, CAKRATARA – Tampak kegembiran warga pengunjung berbaur menjadi satu saat menikmati pesona pantai yang meliputi pepohonan hingga memadati Kawasan Pantai Datuk di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Kawasan hiburan bagi masyarakat tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang bekerja sama dengan pengelola masyarakat setempat.

Hal ini sempat sepi dengan adanya larangan saat menghadapi masa pandemi covid-19 beberapa waktu lalu. Namun, Pantai Datuk kini telah bisa dilakukan pembukaan kembali dengan aturan yang ketat bagi pengunjung untuk menerapkan 5M yang dibantu Personel Satpol PP dan Personel TNI yang turut melakukan pengamanan protokol kesehatan.

Salah seorang warga yang berkunjung dari Medan pada Minggu (20/6/21), Aisyah sangat senang dan takjub dengan pesona alam Pantai Datuk. Ia mengungkapkan rasa bahagia bersama keluarga dengan tarif murah meriah.

“Kami ke sini akan pulang sore sambil menghadiri kegiatan arisan keluarga temu sapa di pantai ini sehabis lebaran yang beberapa waktu lalu belum bisa terlaksana,” ungkapnya.

Selain Aisyah, seorang Warga Kabupaten Batu Bara, Indah menuturkan setiap Minggu bersama keluarga mendatangi Pantai Datuk untuk menikmati indahnya pantai sembari liburan.

“Berlibur ke pantai bagi kami bisa membuat kami senang dan bahagia karena bisa ber gembira bersama teman dan keluarga saat mengunjungi pantai,” kata Indah.

Rasa gembira muncul saat menyaksikan warga, ramai memadati kawasan Pantai Datuk yang begitu memiliki pesona yang elok, serta bibir pantai yang berdekatan dengan kawasan inalum serta pelabuhan Pelindo.

Adapun bangunan yang ada meski belum maksimal dibangun menjadi keindahan tersendiri, banyaknya pepohonan menambah kenyamanan bagi warga pengunjung yang bersantai serta berfoto selfi.

Fasilitas yang ada dari Rumah gubuk indah di kelilingi air, Rumah Sarang Burung gantung, water park, serta wisata alam maghrove dan jembatan yang mengarah ke bibir pantai seta panorama pohon yang rindang di tambah dentuman musik kaybord bagi pengunjung menjadi kawasan pantai yang bagus, tempat istrirahat pengunjung juga telah tersedia yang juga ada ruang santai bagi pengunjung yang ingin nongkrong

Biarpun hanya datang untuk sekedar membawa anaknya bermain di pantai sambil bersantai di bawah pohon yang rindang,namun paling tidak, fasilitas kawasan pantai ini, mulai menampakkan eksistensinya sebagai tempat hiburan masyarakat yang murah dan terjangkau,
Baik pedagang kecil serta para Pengelolah yang bisa mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata Pantai Datuk.

Hal ini sekaligus menjadi pertanda akan mulai berangsur-angsur pulihnya kondisi ekonomi warga saat di hadapi dilema panjang covid-18 serta peningkatan pendapatan daerah kabupaten batu bara dalam sektor wisata lokal.

Rasa gembira warga terlihat dengan antusias kedatangan pengunjung dari pantauan awak media melihat warga berjubel memadati kawasan pantai datuk yang turut telah melakukan prokes dalam kunjungan warga yang ingin bermain di kawasan pantai.

Kedatangan warga pengunjung melihat di padati pengunjung yang berkumpul untuk sekedar melepas kepenatan, tersenyum, dan tertawa lepas menanggalkan segenap rasa lelah dan stress menyaksikan ceria anak-anak bermain di rindangnya alam

Sebuah pemandangan kontras yang menyimbolkan rasa haus masyarakat Batu bara baik lokal maupun dari luar kota secara antusias dengan antrian masuk kendaraan dan ramainya di dalam kawasan sepanjang pantai akan hiburan.

Rasa keceriaan Pengunjung terasa menyaksikan indahnya pesona alam tersenyum penuh gembira para para pedagang kaki lima yang sibuk meladeni pembeli di tengah jalan menuju pantai

Lapak dagangan mereka yang sebelumnya sepi, berubah padat, dan ramai dalam seketika, mulai di padati pengunjung yang ingin membeli keperluan Pada setiap hari minggu maupun hari libur yang padat pengunjung.

Meski keuntungan yang mereka raup tidaklah terlalu banyak, karena harus berbagi dengan sesama pedagang di sekitarnya, namun paling tidak, rezeki yang mereka peroleh untuk edisi hari Minggu, (18/06) siang, dari pedagang bakso, minuman, KFC serta makanan tradisional lainnya.

Rudi
Cakratara

Continue Reading

Budaya dan Pariwisata

Keindahan Destinasi Curug Tujuh di Sawarna Timur Terhambat Akses Jalan

Published

on

keindahan Destinasi Wisata baru mulai familiar dengan kunjungan para wisatawan yang bernama Curug 7 (tujuh) berada di aliran Sungai Cibunar
Destinasi Wisata Curug 7 Sawarna Timur (Cakratara)

LEBAK, CAKRATARA – Terdapat keindahan Destinasi Wisata baru mulai familiar dengan kunjungan para wisatawan yang bernama Curug 7 (tujuh) berada di aliran Sungai Cibunar kembali ditemukan di Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Keindahan Destinasi Wisata Curug 7 (tujuh) tersebut diketahui mempunyai tujuh Curug (air terjun) yang masih alami, berombak dengan dikelilingi batu-batu karang terjal. Salah satunya ada air terjun yang cukup besar dengan kolam yang cukup luas di bawahnya yang sangat cocok untuk dijadikan kolam pemandian.

Selain itu, Curug 7 memiliki keindahan yang asri mampu bersaing dengan tempat pariwisata lain pada umumnya. Di samping itu, tempat pariwisata itu dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Namun, sayangnya akses jalan menuju ke Destinasi Wisata Curug 7 tersebut masih sangat ekstrim yang mana harus melalui tebing karang terjal dan lobang dari atas bebatuan yang sementara ini dibuatkan tangga.

Menurut seorang Pegiat Wisata Kabupaten Lebak, H.M Erwin Komara Sukma mengatakan, bahwa yang menjadi hambatan bagi para pengunjung tempat Wisata Curug 7 adalah sulitnya akses jalan untuk menuju Wisata Curug 7 (tujuh) akibat jalanan yang terjal dan berbatu.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah infrastruktur jalan menuju Curug tujuh dan juga penataan Curug tujuh dengan dibuatkan jembatan dan tangga yang menghubungkan ke masing masing air terjun,” kata Erwin.

“Ketika ada pembangunan infrastruktur akses jalan menuju tempat Wisata Curug 7, tidak menutup kemungkinan akan lebih ramai para pengunjung yang datang ke lokasi yang kemudian dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” tutup Erwin.

Asep D Mulyadi
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications