Connect with us

Nusantara

LPRI Banten akan Sikapi Korban Longsor Lebak Tanpa Kepastian

Published

on

LEBAK, CAKRATARA – Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Banten melalui tim investigasi menelusuri fakta informasi terkait adanya informasi korban longsor yang bertahan hingga 15 bulan di tempat pengungsian.

Bencana longsor  yang terjadi pada Januari 2020 lalu menyisakan derita  berkepanjangan dengan adanya kurang perhatian dan kepastian.

Lokasi hunian sementara (Huntara) yang berlokasi di Kampung Cigobang  Desa Banjarsari Kecamatan Lebak, Kabupaten Lebak Banten berdiri di atas lahan milik perusahaan yang mampu menampung 300 kepala keluarga.

Longsor yang terjadi pada 2020 lalu yang disebabkan itensitas curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan  ambruknya ratusan  rumah warga  dari 4 kecamatan yang berada di Kabupaten Lebak di antaranya Kecamatan Lebak Gedong, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Kalang Anyer.

Namun dampak dari peristiwa tersebut  kerusakannya sangat parah dirasakan oleh warga Kampung Cigobang.

Salah satu warga Kampung Cigobang  yang juga  tempat tinggalnya lenyap dalam peristiwa tersebut, Amsor  menuturkan,  musibah bencana  yang memporak porandakan desanya  beberapa waktu lalu masih menyisakan trauma yang mendalam. Terlebih lagi dirinya bersama ratusan kepala keluarga lainnya harus tinggal di hunian sementara yang di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah.

“Kami bersama ratusan kepala keluarga lainnya menempati hunian sementara (Huntara) sudah 15 Bulan,” kata Amsor.

Dikatakan Amsor, dalam kurun waktu  15 Bulan menetap di hunian sementara dengan tidak adanya kejelasan pemerintah baik daerah maupun pusat,  dalam menangani  pasca longsor  tersebut jelas mempengaruhi sikologis terhadap warga.

“Kepada pemerintah pusat dan daerah kami tidak berharap banyak, cuma minta tolong perhatikan nasib kami dan warga lainnya. Mau sampai kapan kami harus menetap di hunian sementara. Kami siap direlokasi ke tempat yang lebih aman, tentunya  sesuai dengan harapan kami,” harap Amsor.

“Kami sudah lelah, mau sampai  kapan nasib kami terlunta lunta seperti ini, kami butuh hunian tetap  kami perlu kehidupan  yang layak,” keluhnya.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua l
lembaga Pengawasan Reformasi  Indonesia (LPRI) DPD Banten, Usman Hadi saat ditemui di Kantornya mengatakan, sangat miris warga korban longsor yang tinggal di hunian sementara (Huntara) dengan waktu yang sangat lama dianggap tidak wajar.

Pasalnya, jika pemerintah pusat dan daerah lebih intens dalam menangani kasus ini tentunya hal ini tidak perlu terjadi.

“Kami akan mencari tahu akar permasalahan yang dinilai tidak berujung secara kelembagaan,” tandasnya.

“Saya akan telusuri kasus ini, karena sudah  menyangkut  hak asasi manusia. Saya akan surati pihak terkait  dalam menuntaskan penderitaan masyarakat. Saya meyakini  pada kasus ini ada miss antara pemerintah pusat dengan daerah yang menyebabkan terlantarnya warga korban bencana longsor di wilayah Kabupaten Lebak Banten,” tutup Usman.

Samsuni
Cakratara.com 2021

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending