Cakratara.com-
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bersama Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi bersinergi mendorong program hilirisasi sisa pengolahan ikan (by-product). Langkah strategis ini diambil untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari sisa produksi fillet ikan di wilayah Kabupaten Sukabumi yang mencapai 10 ton per bulan.

Kerja sama lintas instansi ini berfokus pada pemanfaatan sisa bahan baku seperti tulang, kulit, dan kepala ikan yang selama ini belum tergarap optimal. Melalui program kemitraan terstruktur, sisa pengolahan tersebut kini diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk nonpangan bernilai tambah tinggi, mulai dari bahan baku pakan ternak berkualitas hingga pupuk organik.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP menyatakan bahwa hilirisasi ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru yang meminimalkan limbah (zero waste) di sektor industri perikanan. KKP berkomitmen memfasilitasi akses teknologi, standardisasi mutu, serta jaringan pasar agar produk turunan nonpangan ini memiliki daya saing tinggi

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menjelaskan bahwa potensi sisa industri fillet di Sukabumi sangat melimpah. Dengan adanya pendampingan terpadu dari pemerintah pusat, para pelaku usaha lokal diharapkan dapat menangkap peluang baru ini, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Melalui sinergi ini, KKP dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimis industri perikanan lokal tidak hanya unggul pada produk konsumsi utama, tetapi juga mampu membangun ekosistem pengolahan yang sirkular, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi luas.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook