Mendorong Kebangkitan Pariwisata Banten melalui Desa Wisata dan One Gate System
Cakratara.com – Provinsi Banten tengah menunjukkan geliat positif dalam sektor pariwisata. Sepanjang tahun 2024, jumlah wisatawan yang berkunjung tercatat mencapai 22,46 juta orang, dengan dominasi wisatawan domestik sebanyak 22,10 juta kunjungan, serta 367.841 wisatawan mancanegara. Angka ini menandai potensi besar yang dimiliki Banten sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, terlebih dengan posisinya yang strategis berbatasan langsung dengan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Melihat momentum tersebut, dan adanya program Gubernur Andra Soni melalui program unggulan “Banten Indah”, saya mengusung ide pengembangan pariwisata Banten dengan pengembangan berbasis desa wisata serta penerapan one gate system untuk kawasan wisata religi dan bahari. Strategi ini bertujuan mengoptimalkan 86 desa wisata yang ada di Banten, sekaligus memperkuat tata kelola pariwisata yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah wisatawan.
Dalam konteks pengembangan desa wisata, langkah yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pemandu wisata, pengelola homestay, kuliner lokal, hingga pemasaran digital. Selain itu, pemerintah juga mendorong digitalisasi promosi melalui aplikasi Visit Banten, memperbaiki infrastruktur dasar, serta menyelenggarakan festival desa wisata sebagai ajang promosi budaya dan kreativitas masyarakat. Model ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif lokal sekaligus menjaga kelestarian kearifan budaya Banten.
Sementara itu, penerapan one gate system difokuskan pada dua klaster utama. Untuk wisata religi, layanan terpadu meliputi tiket elektronik, paket wisata ziarah, transportasi terintegrasi, serta pusat informasi berbasis heritage center di kawasan Banten Lama. Sedangkan untuk wisata bahari, sistem ini mengintegrasikan layanan tiket masuk, penyewaan transportasi laut, paket wisata pantai, hingga perlindungan asuransi wisata. Kawasan bahari seperti Anyer, Carita, Tanjung Lesung, Pulau Sangiang, dan Sawarna menjadi ikon utama, disertai pengembangan UMKM bahari serta ekowisata berbasis konservasi.
Data terbaru menunjukkan, selama libur Lebaran 2025, Banten diperkirakan menerima 840.000 kunjungan wisata dalam sepekan, dengan puncak kunjungan mencapai 190.000 orang dalam sehari. Sektor wisata pantai bahkan mampu menyumbang hingga 1,3 juta kunjungan wisatawan, dengan perputaran ekonomi mencapai Rp445 miliar. Fakta ini menegaskan bahwa wisata bahari masih menjadi daya tarik utama sekaligus tulang punggung ekonomi pariwisata di Banten.
Dengan kombinasi pengembangan desa wisata dan digitalisasi layanan melalui one gate system, Banten berpotensi tumbuh sebagai destinasi unggulan tidak hanya di kawasan Jabodetabek, tetapi juga di tingkat nasional. Dukungan penuh pemerintah, sinergi masyarakat, serta kolaborasi dengan swasta dan akademisi menjadi kunci agar program Banten Indah dapat menghadirkan pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook