LEBAK, CAKRATARA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam dua elemen yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) mengelar aksi unjuk rasa mendesak DPRD Kabupaten Lebak segera ambil langkah dengan tuntutan tiga poin diantaranya, menolak isu dan penundaan Pemilu, selamatkan Independensi Ulama, dan Klarifikasi statement H. Mulyadi Jayabaya tentang perpanjangan masa jabatan Presiden 2024-2027, dan penambahan pemerintahan Presiden Jokowi menjadi tiga periode.

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam dua elemen yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) tersebut dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Lebak Banten pada Kamis (7/4/22).

Koordinator aksi, Basis Muhajir, mengatakan, akan terus menyuarakankan aspirasi dan melakukan protes tentang isu kebijakan Pemerintah tentang Pemilu tahun 2024 yang akan ditunda sampai ke tahun 2027, disini juga kami menolak adanya tiga periode Jokowi jadi Presiden.

“dalam aksi ini kami menyampaikan aspirasi terhadap DPRD Lebak agar menyikapi untuk mengklarifikasi terkait ungkapan H. Mulyadi Jayabaya tentang penundaan Pemilu di tahun 2024, dan mengatasnamakan ulama dalam mendukung Jokowi tiga periode,” kata Muhajir.

Selain hal tersebut disampaikan di atas, Muhajir juga meminta selamatkan independensi Ulama Banten umumnya, dan Ulama yang ada di Kabupaten Lebak khususnya.

“kami berkolaborasi antara HMI dan Kumala, menentang tentang isu penundaan Pemilu yang melanggar konstitusi Undang – undang 1945,” tutup Muhajir.

Anton Hermawan
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook