LEBAK, CAKRATARA – Ketua Umum (Ketum) Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) mengapresiasi perubahan pola pendistribusian program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjadi Bantuan Pangan Sembako Tunai (BPST).

“Sebelumnya alur pendistribusian program ini terstruktur yakni KPM harus melakukan transaksi non tunai di E-Warong untuk mendapatkan sembako, namun pada alur BPST berubah dimana pihak Pos langsung mendistribusikan bantuan tunai terhadap KPM, dan KPM dibebaskan belanja kemana saja dengan catatan komoditi yang dibeli telah ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” kata Ketum Ormas BBP, Eli Sahroni, Minggu (27/2/22).

Sebelumnya, Ketua Umum Ormas Badak Banten Eli Sahroni melihat ada dugaan muatan tidak sehat pada proses pengadaan komoditi program BPNT, salah satunya adalah terkait monopoli dagang.

Akan tetapi disisi lain Eli juga melihat bahwa ada sikap yang lebay yang dipertontonkan oleh salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Lebak bahkan terkesan dijadikan kesempatan untuk melakukan pencitraan.

“Sebagai anggota dewan sebaiknya untuk tidak lebay kalau ingin menjalankan fungsi legislasi tidak mesti turun langsung ke masyarakat sambutan dan memberikan arahan. Sebab itu wilayahnya Dinsos Lebak sebagai eksekutif,” kata Eli.

Selanjutnya, dikatakan Eli, di DPRD itu terstruktur dan terorganisir, eloknya yang melakukan itu komisi terkait. Sehingga dirinya melihat dan menyimpulkan bahwa kinerja DPRD Lebak tidak terorganisir.

“Ini kan lembaga terhormat bukan lembaga swadaya maksud saya ada langkah langkah yang lebih elok dan lebih bermartabat DPRD Lebak jangan mempertontonkan sesuatu yang bagi sebagian masyarakat malah mentertawakan,” tuturnya.

Eli Sahroni juga meminta kepada pihak Kemensos RI dan Dinsos Lebak untuk tetap melakukan pendampingan agar dipastikan bahwa perubahan program BPNT ke BPST ini tepat sasaran jangan sampai bantuan uang tunai ini dibelanjakan kepada sesuatu yang tidak sesuai ketentuan.

“Memang kita tidak boleh suudzon tapi kita juga tetap harus melakukan upaya edukasi dan pendampingan apalagi ini kan program yang dicanangkan Presiden untuk menghilangkan stunting di Indonesia guna menciptakan generasi emas Indonesia 2045,” tutup Eli.

Anton Hermawan
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook