Kepala Bakamla Hadiri Rapim Kemhan 2022
JAKARTA, CAKRATARA – Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Urip Sumohardjo Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022).
Rapat pimpinan Kemhan 2022 yang dihadiri Kepala Bakamla RI tersebut dipimpin oleh Menhan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dengan tema “Konsolidasi Pembangunan kekuatan Pertahanan Negara”.
Dalam sambutannya, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mengatakan Rapim Kemhan ini merupakan kegiatan yang strategis karena disinilah akan disampaikan kebijakan pertahanan negara yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2022. Lebih jauh melalui Rapim Kemhan ini diharapkan adanya sinergitas koordinasi lebih erat lagi demi kelancaran dan suksesnya tugas-tugas kedepan.
“Dari skala geografis negara Indonesia terletak di indopasifik yang memiliki letak strategis yang sangat dinamis. Indopasifik merupakan kawasan yang mempertemukan kekuatan besar dunia Yakni AS, Jepang, Rusia dan The New super power Tiongkok. Indopasifik diposisikan sebagai hak dari interaksi negara-negara tersebut yang berada di kawasan baik secara bilateral maupun multilateral,” ujar Menhan.
Dikatakan Menhan, perkembangan lingkungan strategis baik regional maupun nasional sangat dinamis dan kompleks sehingga memunculkan berbagai ancaman baik militer, non militer maupun hibrida yang diprediksi masih akan mengancam kepentingan nasional kita dimasa mendatang.
Lanjutnya, ancaman militer diperkirakan masih berpotensi muncul dan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer bisa berbentuk ancaman kekuatan militer asing, atau kekuatan bersenjata dari dalam negeri seperti konflik terbuka, perang konvensional, pelanggaran wilayah perbatasan darat laut maupun udara, seperatisme, dan lainnya.
“Kebijakan pertahanan negara harus mampu dan menjadi solusi dalam menghadapi ancaman yang mungkin ditimbulkan dari dinamika lingkungan strategis nasional, regional maupun global,” kata Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto.
Mengakhiri sambutannya Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan atensi, pertama yakni harus tingkatkan kesiapan dan profesionalisme pertahanan keamanan untuk penanganan terorisme, radikalisme, Sakratalisme, bahaya laten yang ada, bencana alam, bantuan kemanusiaan dan tugas visi perdamaian dunia.
Kedua, harus perkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara ASEAN dan negara lainnya dalam rangka menciptakan saling percaya.
Ketiga, harus wujudkan satuan produksi di satuan-satuan TNI sesuai kebutuhan untuk optimalkan tugas TNI melalui operasi perang maupun operasi selain perang. Keempat, kita harus siap pertahanan wilayah pulau-pulau besar secara mandiri dengan penyiapan cadangan pangan, air, energi dan sarana prasarana lainnya guna wujudkan logistik pertahanan yang tersebar seluruh NKRI.
Kelima, kita harus perkuat Coastal Missile System dan Coastal Surveillance System untuk melaksanakan pengendalian selat-selat strategis sesuai dengan adanya ALKI 1,2 dan 3. Keenam, kita harus wujudkan sinkronisasi penataan ruang pertahanan berupa ruang wilayah pertahanan, wilayah rinci pertahanan keamanan dan kawasan strategis nasional. Ketujuh, kita harus laksanakan evaluasi dan perbaikan diseluruh jajaran satuan kerja Kementerian Pertahanan Keamanan Republik Indonesia dan TNI.
Rapim ini dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Bakamla RI dan para pati di lingkungan TNI AD, TNI AL, TNI AU maupun Kementerian/Lembaga.
Asep Supena
Cakratara




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook