Connect with us

Nusantara

Dugaan Mencuatnya Penggelapan Anggaran Covid-19 DD Mekarjaya, Jadi Sorotan Ormas BBP

Herdi S

Published

on

By

Cakratara.com – Dugaan mencuatnya penggelapan anggaran Covid-19 DD (Dana Desa) Mekarjaya Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak Banten yang sempat ramai diberitakan, jadi sorotan Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) DPAC Cileles pasalnya kasus tersebut diduga menyeret nama Dodi Eka Stiadi selaku Kepala Desa Mekarjaya.

Dugaan penggelapan dana alat kesehatan yang dialokasikan dari anggaran DD Mekarjaya untuk penanganan covid 19 sebesar 8%, ini terjadi sekitar Bulan Juni Tahun 2022. Ade Nurdin selaku Panglima BBP DPAC Cileles menuturkan pada awak media pada Rabu, (21/09/2022), bahwa Ormas Badak Banten Perjuangan sebagai kontrol sosial di masyarakat menyoroti kasus tersebut dan memberikan teguran keras kepada Dodi Eka Stiadi selaku Kepala Desa Mekarjaya yang diduga sebagai Oknum penggelapan dana covid 19 agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mengganti kerugian dengan cara membelanjakan alkes covid 19 yang diduga digelapkan oleh dirinya. Tutur Ade

“Fakta yang terjadi setelah mendapat teguran keras dari Ormas BBP DPAC Cileles untuk menyelesaikan permasalahan kasus tersebut dengan cara segera merealisasikan pembelanjaan alat kesehatan Covid-19 sesuai RAB yang diambil dari 8% Dana Desa terkesan mengabaikan, dan hingga kini tak kunjung dibelanjakan, sehingga menimbulkan polemik baru dan menjadi pertanyaan besar di mata Ormas BBP DPAC Kecamatan Cileles.” Tandasnya

Terkonfirmasi dari Sekretaris Desa dan Ekbang Desa saat ditemui oleh awak media di Kantor Desa Mekar Jaya pada, Sabtu ( 17/09/22 ). Sekretaris Desa menyampaikan dan membenarkan kepada Awak Media bahwa, “setahu Saya betul dana tersebut sudah dicairkan, akan tetapi setelah pencairan pada Bulan Agustus 2022 uangnya sama Jaro semua dan Saya gak tau dikemanain, Saya juga sudah sering menyampaikan kepada Jaro agar segera diselesaikan permasalahan ini”ungkapnya.

Ditempat yang sama Apang selaku Ekbang Desa Mekarjaya juga membenarkan bahwa dana tersebut sudah dicairkan dan meminta kepada awak media agar tidak dinaikkan dulu pemberitaannya, “minta tolong kang jangan dulu dinaikkan soalnya saya juga belum ngobrol dengan Jaro, Saya juga repot nantinya kalau berita ditayangkan, Saya upayakan dulu membahas permasalahan ini dengan Kepala Desa (Dodi) supaya segera dibelanjakan alkes nya Kang.” Ucapnya

Advertisement

Sementara itu, dikatakan lebih lanjut oleh Ade Nurdin selaku Panglima Ormas BBP DPAC Kecamatan Cileles saat dipintai tanggapannya oleh awak media terkait jawaban dan klarifikasi dari Prades Mekarjaya yang membeberkan dugaan perbuatan Kepala Desa Mekarjaya, dirinya mengecam keras dugaan tindakan yang dilakukan oleh Jaro Dodi sebagai Kepala Desa Mekarjaya yang mengabaikan komitmennya, “kan waktu itu dia sudah diingatkan agar segera dibelanjakkan dana alkesnya supaya tidak jadi masalah yang berkepanjangan,” ujar Ade.

Ade pun menambahkan, “saya meminta agar kasus ini segera di usut tuntas dan di selesaikan oleh APH sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, salah katakan salah, benar katakan benar. “Tutupnya

Selain Kepala Desa, disinyalir ada indikasi bahwa Ekbang Desa Mekarjaya pun diduga turut menikmati dana alkes Covid-19 yang diduga digelapkan oleh Kepala Desa Mekarjaya, karena Ekbang Desa mencoba menahan dan menghalang-halangi Awak Media untuk tidak dulu menayangkan terkait pemberitaannya.

Dugaan perbuatan Oknum Kepala Desa Mekarjaya tersebut, apabila terbukti syah melanggar secara hukum perundang-undangan, maka dapat dikenai Pasal 2 juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU No 20 Tahun 2021 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Hingga berita diterbitkan, Dodi Eka Stiadi selaku Kepala Desa Mekarjaya selalu menghindar dari kejaran awak media untuk dikonfirmasi, terlebih sulit untuk dihubungi baik secara langsung maupun via telepon.

Advertisement

Reporter:

Adnan Rohim

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications