Connect with us

Nusantara

Diduga Lakukan Tindakan Kekerasan Pada Siswa, BBP Kecam Oknum Guru SMKN 1 Malingping

Herdi S

Published

on

By

Diduga Lakukan Tindakan Kekerasan Pada Siswa, BBP Kecam Oknum Guru SMKN 1 Malingping inisial (MR) atau sering di panggil (O) selaku guru di

Cakratara.com – Diduga Lakukan Tindakan Kekerasan Pada Siswa, BBP Kecam Oknum Guru SMKN 1 Malingping inisial (MR) atau sering di panggil (O) selaku guru di sekolah tersebut. Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Guru SMKN 1 Malingping berinisial (MR) atau (O) ini diduga di lakukan dengan menjitak bagian kepala saat murid dianggap melakukan kesalahan. Peristiwa ini terjadi seminggu yang lalu tepatnya pada hari Kamis tanggal 8 September 2022 saat pulang sekolah sekitar pukul 16.30 wib

Kronologi kejadian berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Kamis, (15/09/2022) bermula saat salah satu Siswa SMKN 1 Malingping bernama Dimas di minta untuk melepas topi dan jaket yang di pakainya, karena di anggap bukan atribut sekolah oleh Ibu Ayi akan tetapi menurut keterangan Ibu Ayi, Dimas itu tdk mengindahkan permintaannya, karena menurut Dimas, atribut yg dipakainya sudah di jam pulang Sekolah, kemudian Ibu Ayi meminta tolong kepada pak (MR) atau di panggil (O) agar dibuka topi dan jaket milik Dimas, namun menurut pengakuan (MR) atau (O) Dimas menggerutu sehingga (MR) atau (O) memberikan polesan yang sebenarnya di jitak dan disaksikan oleh Adit teman Dimas, karena merasa sakit dan menahan rasa malu Dimas pun menangis.

Dede Kodir selaku Ketua Bidang OKK DPP Badak Banten Perjuangan, secara tegas mengecam perilaku dugaan kekerasan terhadap siswa yang dilakukan Oknum Guru di SMKN 1 Malingping yang berinisial (MR) atau (O) tersebut.

Aksi kekerasan yang diduga dilakukan Oknum Guru ini tidak pantas dilakukan oleh seorang Guru atau Pendidik, karena Guru itu tugasnya mendidik, bukan menganiaya siswa. Bahkan tindakan yang dilakukan Oknum Guru tersebut sudah di luar batas kewajaran, tidak bisa ditolerir, serta perlu adanya sikap tegas dari pihak terkait. Terang Dede Kodir pada awak media, Jum’at (16/09/2022).

“Kami minta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan PJ Gubernur Banten mesti melakukan tindakan tegas agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di wilayah Sekolah yang ada di Provinsi Banten”, sambungnya.

Advertisement

Lebih lanjut Dede Kodir mengatakan bahwa buntut dari tindakan yang dilakukan Oknum Guru ini akan berdampak buruk terhadap mental para Siswa, selain itu Siswa yang menjadi korban juga akan merasa trauma atas peristiwa kekerasan yang dialaminya meskipun sudah ada musyawarah dengan orang tua korban dan pihak sekolah, namun teguran atau tindakan dari pihak terkait ini harus di segerakan. Oknum guru tersebut sangat jauh dari bentuk keteladanan dalam mendidik siswanya, guru harus memastikan agar potensi anak bisa berkembang dengan baik. Ibaratnya siswa merupakan bibit calon penerus bangsa ini. Imbuhnya

“Kami menyesalkan terjadinya dugaan insiden kekerasan terhadap siswa oleh Oknum Guru tersebut, padahal Kemendikbud telah menerbitkan aturan yang melarang dan mencegah praktik-praktik kekerasan di sekolah. Hukuman disiplin yang di duga dilakukan oleh Oknum Guru ini merupakan tindakan kekerasan yang dilarang”. Tegas Dede Kodir

Dikatakan lebih lanjut oleh Dede Kodir di dalam Permendikbud No.82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, menyatakan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan di lingkungan Sekolah maupun antar Sekolah, dapat mengarah kepada suatu tindak kriminal dan menimbulkan trauma bagi peserta didik. Pada Pasal 11 dan Pasal 12 Permendikbud 82/2015 disebutkan sanksi terhadap Oknum pelaku tindak kekerasan dilakukan secara proporsional dan berkeadilan sesuai tingkatan dan/atau akibat tindak kekerasan. “Untuk itulah potensi kekerasan di Sekolah perlu dicegah, dan ditanggulangi dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem Pendidikan. Di dalam peraturan ini cukup jelas siapa saja yang terlibat, apa yang perlu dilakukan dan bagaimana cara-caranya.

“Selain itu, Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perlindungan Anak juga telah secara tegas mengatur setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta.” Tandasnya

Sementara itu, hasil konfirmasi langsung awak media pada Kamis, (15/09)2022) dengan mendatangi Oknum Guru inisial (MR) atau (O) di SMKN 1 Malingping dirinya membenarkan tindakan menjitak kepala siswa tersebut karena memakai topi dan jaket yang bukan atribut Sekolah dilingkungan SMKN 1 Malingping. Ucapnya

Advertisement

Padahal tetap saja tindakan Oknum Guru itu tetap tidak dibenarkan secara aturan dan perundang-undangan walaupun bertujuan mendisiplinkan siswa, karena tindakan ini di luar kewajaran seorang Pengajar atau Pendidik dengan menjitak siswanya bahkan dilihat dan disaksikan teman kelasnya.

Di tempat terpisah, H. Jahar selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Malingping saat di konfirmasi via WhatsApp pada Jum’at (16/09/2022), oleh awak media terkait tanggapan tindakan yang di lakukan oleh Oknum Guru terduga pelaku tindak kekerasan pada siswa di sekolahnya, dirinya tidak menjawab sepatah pun.

Reporter:
Adnan Rohim

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending