SUKABUMI, CAKRATARA – Bau dan lalat setiap kali panen peternakan ayam sudah bukan hal aneh untuk warga Desa Warnajati yang berada di jalan lintasan mobil yang mengangkut ayam. Pasalnya, begitu banyaknya titik kandang di Desa Warnajati yang diduga penyebab aroma udara jadi tidak sedap. 6 titik kandang kapasitas besar di desa warnajati diduga tidak seluruhnya menempuh perijinan, terdapat 4 titik kandang milik PT RPB yang satu titik kandangnya berkapasitas 60 ribu ekor ayam diduga kesampingkan perizinan.

Beberapa warga ketika diwawancara mengatakan ” setiap kali mobil pengangkut ayam lewat bau nya menyengat, selain itu lalat juga jadi banyak. Kami yang terlintas hanya dapat baunya saja” kata warga.

Selain komentar warga secara langsung sempat juga ada yang mengeluh dengan merekam kerubutan lalat dirumah salah satu warga yang di posting di medsos,

Sementara ketika di konpirmasi lewat sambungan WA ,ferry yang bertugas sebagai keamanan kandang ayam di lokasi kampung pangapuan menyebutkan ”
Memang keluhan warga pasti sama semua yang namanya lalat dan bau pasti ada..
Karena didesa kita ada beberapa kandang ayam”terang ferry.

terlalu banyak nya kandang kandang ayam di beberapa titik didesa warnajati diduga adanya pengelolaan perijinan yang sepertinya tidak lagi . Memperhatikan dampak lingkungan terutama kesehatan, dan menurut informasi dari perijinan yang ada ijinya kandang kandang ayam di desa warnajati hanya yang ada di lebak nangka,

Dirman selaku kepala kandang ketika di konpirmasi menyatakan ” proyek disini sudah lama,kenapa baru di pertanyakan sekarang, sekarang silahkan tanyakan ke keamanan kandang fery atau sholeh” ujar dirman

Ketika menemui sholeh selaku keamanan kandang, sholeh menjelaskan” kalau permasalahan ijin ke dinas saya kurang tau,tapi untuk lingkungan disini sudah,” tutup sholeh.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook