Connect with us

Nusantara

Pembangunan Lapen di Desa Cibolang Dinilai Tak Transparan

Published

on

Pembangunan lapisan penetrasi (Lapen) yang tengah dilaksanakan di Desa Cibolang Kecamatan Gunung guruh dinilai tidak transparan

SUKABUMI, CAKRATARA – Pembangunan lapisan penetrasi (Lapen) yang tengah dilaksanakan di Desa Cibolang Kecamatan Gunung guruh dinilai tidak transparan. Pasalnya, pengerjaan yang sudah dua hari dilaksanakan selain tanpa plang pengumuan/keterangan juga tidak adanya pemberitahuan kepada pengurus RT dan RW.

Kasipem Desa Cibolang, Yudi ketika dikonfirmasi memberikan jawaban yang jauh berbeda dengan keterangan warga setempat, yudi menjelaskan kalau pekerjaan itu dari anggaran dana desa.

Sementara Sulaeman rt 07 rw 05 menyebutkan anggaran dari poktan, sebelumnya yudi juga menyebutkan kalau pelaksanaan jalan tersebut tidak ada swadaya masyarakat, namun setelah disebutkan adanya informasi dari masyarakat kalau jalan itu ada swadaya. Yudi baru mengiyakan, dan yang sangat mengherankan selaku kasipem tidak mengetahui berapa anggaran dan selaku perangkat desa seolah tidak tahu wilayah. Hal ini ketika menyebutkan pelaksanaan itu di wilayah rt 7, sementara ketua rt 2 menyebutkan jalan itu masuk ke rt 2.

Jaja Ketua rt 2 menerangkan warga membuka jalan ini dari awal jalan kecil, dan warga yang berusaha mengajukan pada pemilik tanah di sekitar situ untuk mewakapkan beberapa meter untuk keperluan jalan.

“Selain dari tanah wakaf juga warga berswadaya melakukan pengerasan jalan dengan bersama sama dan juga bantuan dermawan menyediakan batu dan pasir, jadi pelaksanaan pengaspalan ini hanya menutupi atasnya, namun anehnya saya selaku rt tidak ada pemberitahuan adanya pengaspalan atau pembangunan Lapen, bahkan berapa anggaranya pun saya tidak tahu sama sekali” terang jaja.

Advertisement

Hal senada juga disampaikan ketua Rw 05, jajang ” kami sama sekali tidak diberitahu kalau sudah pelaksanaan lapen jalan, bahkan dilibatkan pun tidak sama sekali, orang orang desa seharusnya tau perjuangan warga dalam membuka jalan ini, dalam pelaksaanaan nya warga tidak dilibatkan” ucap jajang ketua rw 05.

Salah seorang pekerja menjelaskan” kalau saya hanya melaksanakn pekerjaan saja,”ujarnya, dan ketika dipertanyakan berapa jumlah aspal yang digunakan dalam pelaksanaan tersebut menjelaskan saat ini baru menghabiskan 6 drum aspal ,paling tinggal nambah 4 drum lagi sampai selesai” terang pekerja tersebut.

Sementara itu ujang sekdes yang menjabat saat ini sebagai PLT, selain yang berperan dalam adanya pelaksanaan lapen tersebut tidak merespon ketika dihubungi lewat sambungan telpon dan whatsapp. Dan menurut salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan” seharusnya sekdes yang sekarang sebagai PLT, sebelum pelaksanaan pengerjaan ini di adakan dulu pemangilan atau pemberitahuan pada pengurus wilayah setempat, apalagi Rw nya juga ketua poktan, tidak ada salah nya memberitahu adanya pelaksanaan lapen ini” kata warga

Dengan diduga tidak adanya ketransparanan dalam pelaksanaan lapen di desa cibolang menjadikan adanya kekecewaan warga setempat, dan anggaran yang simpang siur sumbernya antara anggaran poktan atau dana desa menjadikan warga ingin mengetahui kepastian sumber dana pelaksanaan lapen tersebut.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications