LEBAK, CAKRATARA – Kabiro Media Indonesia Banten Kabupaten Lebak, Nurjen menanggapi statement Kepala Desa (Kades) Wanakerta Tumpang Sugian yang diduga lecehkan wartawan dan LSM melalui voice note.

“Perlu dipahami oleh oknum Kades Wanakerta Tumpang Sugian bahwa Pers adalah pilar ke 4 demokrasi yang dilindungi dengan UU No. 40 Tahun 1999. Selain itu adanya Undang-undang KIP Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Nurjen, Senin (7/3/22).

Lanjut dikatakan Nurjen, bahwa pernyataan oknum tersebut diduga lecehkan dan menghina profesi wartawan yang seharusnya sosok kepala desa menggunakan nalar dan mulutnya dalam menyampaikan sesuatu karena bagian dari aparatur pemerintahan daerah.

“Oleh karena itu sebagai Insan Pers, ayo kita bersatu dan bergerak supaya jangan ada lagi oknum – oknum lain di masa datang melecehkan profesi wartawan, dan saya meminta Pemerintah Daerah dalam Hal ini Bapak Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan juga Bapak Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang untuk memberikan Tindakan Tegas terhadap Oknum Kades tersebut agar masalah ini tidak menjadi preseden buruk ke depannya,” tuturnya.

“Karena menurut saya sebagai pejabat Publik ketika dalam tata kelola yang terkait dengan kebijakan publik ya perlu di kontrol secara akuntable dan transparan oleh karena itu peran LSM dan Wartawan itu sangat di perlukan sebagai Sosial Kontrol dan kalau anda – anda Kerja benar untuk masyarakatnya kenapa harus risi sih,” tutupnya.

Sehubungan dengan voice note yang beredar di medsos yang diduga suara Kepala Desa Wanakerta Tumpang Sugian yang disinyalir telah melecehkan Wartawan dan juga LSM.

Terdengar jelas dalam voice note tersebut Lurah Tumpang Sugian mengatakan jika kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10 bukan kades kaleng-kaleng. Tetapi kepala desa baja penuh, baja asli krakatau steel.

Selanjutnya rekaman suara tersebut dengan bernada ancaman dan menyebut kalau dirinya bukanlah kepala desa yang lemah dan menyebut dirinya Kepala Desa bagai Besi olahan salah satu produsen besi terbesar di Indonesia.

Anton Hermawan
Cakratara

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook