Connect with us

TNI-Polri

Kapolsek Mancak Pimpin Rombongan Muspika Kecamatan Mancak Sidak Petani Penyadap Nira

Published

on

Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten, pimpin rombongan Muspika Kecamatan Mancak untuk langsung menemui para petani/penyadap Nira

CILEGON, CAKRATARA – Sebagai tindak lanjut adanya informasi yang berkembang, baik di media social maupun di tengah masyarakat adanya peredaran produksi minuman jenis tuak, Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten, pimpin rombongan Muspika Kecamatan Mancak untuk langsung menemui para petani/penyadap Nira pohon kelapa tersebut, Rabu (12/01/2022).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Sigit Haryono, S.Ik, SH diwakili oleh Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten AKP Dikdik Rustandi, S.Sos, M.Ip menjelaskan bahwa saat ini muncul kembali informasi terkait adanya peredaran produksi minuman jenis tuak di wilayah Kecamatan Mancak, untuk itu bersama Muspika Kecamatan Mancak turun langsung ke lapangan guna memastikan akan kebenaran informasi tersebut.

Sidak tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (11/01/2022) dengan menyasar ke petani/penyadap nira pohon kelapa yang berada di Desa Mancak dan Desa Winong, yang santer di infokan sebagai lokasi peredaran produksi minuman jenis tuak tersebut, namun berdasarkan hasil pantauan dan dialogis bersama para petani/penyadap nira, antara lain Kasbulah yang beralamatkan di Kampung Cipanas Rt 007/003, Desa Mancak maupun dengan Rusdi yang beralamatkan di Kampung Barat RT. 005/RW. 001 Desa Winong menjelaskan, bahwa memang setiap hari mereka melakukan aktifitas menyadap nira dari pohon kelapa dan hasilnya masih berupa air nira yang murni atau yang biasa di sebut lahang,” Papar Dikdik Rustandi.

Mengingat biaya produksi untuk dijadikan sebagai gula aren semakin tinggi dan memakan waktu yang lama sekitar 6-7 jam, maka hasil penyadapan air nira murni/lahang tersebut yang di dapat setiap hari kemudian dikumpulkan lalu di ambil oleh pengepul selanjutnya diambil oleh pembeli yang notabene dari luar daerah Mancak dan tidak diolah dan diproduksi menjadi minuman tuak apalagi dijual ke warga masyarakat/pelajar di sekitaran Kecamatan Mancak,” Imbuhnya.

Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten berharap dan menghimbau kepada para petani/penyadap Nira/lahang tersebut agar hasilnya untuk dijadikan gula aren namun apabila terbentur masalah biaya operasional dan waktu, jangan sampai air nira/lahang tersebut di produksi dan dijadikan minuman tuak, dengan demikian berdasarkan hasil pantauan di lapangan dapat di simpulkan bahwa tidak benar informasi yang beredar melalui media social maupun di tengah masyarakat bahwa di wilayah Kecamatan Mancak ada peredaran produksi minuman jenis tuak alias Hoax,” tutupnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

TNI-Polri

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja Bantu Foging Antisipasi Demam Berdarah

Published

on

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah

PURBALINGGA, CAKRATARA – Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah yang dilaksanakan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Kamis (27/1/2022).

Foging dilakukan menggunakan enam alat dari dinas kesehatan yang dalam pelaksanaan foging dilakukan di seluruh pemukiman warga wilayah dusun V Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga guna mengantisipasi penyakit demam berdarah.

Kapolsek Bukateja AKP Wartono mengatakan hari ini dilakukan foging oleh pihak dinas kesehatan dan puskesmas yang dibantu oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja guna mencegah dan mengantisipasi penyakit demam berdarah.

“Foging dilakukan dalam rangka memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah, dimana di Desa Kutawis terdapat sepuluh kasus warga terjangkit demam berdarah,” katanya.

Dijelaskan Kapolsek Bukateja, bahwa dari data kasus demam berdarah yang terjadi beberapa waktu di Desa Kutawis, satu warga meninggal dunia. Oleh sebab itu, dilakukan foging untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk oenyebab demam berdarah.

“Dengan foging yang dilakukan harapannya tidak ada lagi warga di Desa Kutawis yang terjangkit demam berdarah,” katanya.

Kapolsek Bukateja berpesan kepada masyarakat untuk mendukung pemberantasan demam berdarah. “Hal yang dilakukan bisa melalui 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat air menggenang,” tutupnya.

Budi Santoso
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

TNI-Polri

Lulusan Sarjana, Yuk Daftar Polisi di Polda Banten, Ini Persyaratannya

Published

on

Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri

SERANG, CAKRATARA – Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri melalui seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2022 yang dibuka pada Rabu (26/01) hingga Minggu (30/01).

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menyampaikan bahwa dalam penerimaan SIPSS Tahun 2022 terdapat persyaratan umum dan persyaratan khusus. “Polri kembali memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana yang ingin mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022,” ujar Dwita Kumu saat dikonfirmasi pada Kamis (27/01) pagi.

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menjelaskan persayaratan umum untuk mengikuti seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 diantaranya berumur paling rendah 18 tahun, maksimal 40 tahun untuk Dokter Spesialis, maksimal 33 tahun untuk S2, S2 Profesi dan Pilot, maksimal 29 tahun untuk S1 Profesi, maksimal 26 tahun untuk S1 dan D IV, sehat jasmani dan bebas narkoba, tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) dari Polres setempat.

Dwita Kumu mengatakan bahwa seleksi penerimaan SIPSS adalah sekolah pendidikan kepolisian untuk lulusan D4, Sarjana (S1), Sarjana Profesi (S1-Profesi) dan S2. Adapun persyaratan khusus berijazah Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Patologi Anatomi, berijazah S2 Psikologi Profesi dan Ilmu Tafsir.

“Untuk yang berijazah S1 diantaranya S1 Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi, S1 Farmasi profesi apoteker, S1 Ilmu Gizi, S1 Biologi, S1 Teknik Informatika Programing, Jaringan, dan Database, S1 Ilmu Komunikasi Jurnalistik dan Public Relation, S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Elektro Arus Lemah, S1 Teknik Metalurgi, S1 Teknik Industri, S1 Kimia, S1 Hubungan Internasional, S1 Sastra Jepang dan China, S1 Pendidikan Olahraga, S1 Teknologi Pendidikan, S1 Ilmu Sejarah, S1 Ekonomi Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Semua Prodi khusus Pilot dengan sertefikat CPL IR Flying School,” jelas Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Dwita Kumu menambahkan bahwa untuk yang berijazah D IV adalah Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat 3 dengan wajib memiliki ijazah dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan D IV Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Pelabuhan.

“Khusus untuk Program Studi Kedokteran, Dokter Umum dan Dokter Gigi wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) atau Surat Tanda Registrasi (STR) defenitif,” kata Dwita Kumu.

Untuk lulusan yang berasal dari Perguran Tinggi atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi A dan B serta terdaftar di BAN-PT dengan IPK Minimal 2,75 wajib melampirkan tanda lulus atau ijazah yang dilegalisir oleh pembantu dekan bidang akademik.

“Dalam seleksi penerimaan SIPSS persyaratan khusus lainnya yaitu tinggi badan minimal pria 158cm dan wanita 155cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku,” ucap Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitongan mensosialsikan tata cara pendaftaran online yaitu dengan membuka website penerimaan.polri.go.id, pendaftar memilih jenis seleksi SIPSS pada halaman utama website, mengisi formulir registrasi yang berkaitan dengan identitas pendaftar, memasukkan NIK yang terdaftar di Disdukcapil, identitas orang tua dan keterangan lainnya, pendaftar wajib memberikan data yang benar dan akurat pada formulir registrasi.

“Setelah pendaftar berhasil mengisi formulir, selanjutnya pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi online beserta username dan password yang digunakan untuk melakukan login menuju dashboard pendaftar, kemudian pendaftar akan mendapatkan hasil cetak formulir registrasi digunakan untuk verifikasi di Polda setempat sebagai Panitia Daerah, dan batas waktu verifikasi paling lama 4 hari terhitung sejak pendaftaran online,” kata Shinto Silitonga.

Diakhir, Shinto Silitonga mengajak kepada lulusan saraja di Banten agar mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 di Polda Banten. “Inilah waktunya bagi para putra dan putri lulusan sarjana untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Polri dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tandasnya.

Perlu diketahui info lebih lengkap bisa di akses melalui link https://penerimaan.polri.go.id/newapi/asset/image.php/pdf/PENGUMUMAN_PENERIMAAN_SIPSS_TA_2022.pdf atau bisa datang langsung ke Biro SDM Polda Banten.

Anton
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending