Connect with us

Nasional

16 Korban Gunung Semeru Dirawat di RSUD Pasirian

Published

on

Akibat guguran awan panas Gunung Semeru, sebanyak 16 korban luka bakar saat ini menjalani perawatan intensif di (RSUD) Pasirian.
(Foto: Antara)

JAKARTA, CAKRATARA – Akibat guguran awan panas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, sebanyak 16 korban luka bakar saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/12/21) menyampaikan bahkan ada korban yang alami luka bakar sampai 80 persen. Karena itu, ini sedang kami perhatikan secara khusus untuk korban-korban ini yang terbakar.

“Korban luka bakar 80 persen yang diklasifikasikan sebagai pasien kritis di RSUD Pasirian berjumlah enam orang,” kata Muhadjir.

Dikatakannya, 16 korban cedera akibat letusan Gunung Semeru di RSUD Pasirian tidak hanya yang mengalami luka bakar parah, ada pula korban cedera yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Dia juga mengatakan pemerintah sedang fokus menyelamatkan korban letusan Gunung Semeru.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, setiap ada bencana seperti ini yang diprioritaskan adalah keselamatan korban, terutama mereka yang cedera, yang kesakitan itu harus betul-betul mendapatkan perawatan maksimal,” katanya.

Menko Muhadjir mengatakan pemerintah juga menangani korban pengungsi secara maksimal. Penyediaan tempat pengungsian yang layak, kebutuhan logistik dan dapur umum sudah dibuka oleh BNPB bersama Kemensos, dan pemerintah daerah.

“Untuk mereka yang masih yang ditampung di kantor kelurahan, itu saya minta dipindahkan ke sekolah. Karena kalau di sekolah kan lebih tertutup di ruang-ruang kelas,” katanya.

Menko PMK telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan bantuan peralatan bagi kebutuhan korban. “Kondisi luka bakar separah itu, korban tidak bisa dibawa ke RS yang representatif dan lokasinya cukup jauh,” katanya.

Kemenkes diminta mengutus dokter spesialis dan dokter subspesialis untuk menangani korban dari kalangan bedah plastik, perawat yang sudah pengalaman merawat pasien luka bakar.

“Tadi saya sudah meminta Pak Menkes untuk segera mengirimkan bantuan-bantuan itu,” tutupnya. (Antara)

Red
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nasional

Mensos RI Kunjungi Ahli Waris Korban Terseret Banjir

Published

on

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Tri Rismaharini mengunjungi ahli waris korban banjir di Desa Seuneubok Buya,

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Tri Rismaharini mengunjungi ahli waris korban banjir di Desa Seuneubok Buya, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (11/1/2021).

Kedatangan rombongan Mensos RI disambut oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi, Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandi Sinurat, Dandim 0104 Aceh Timur, Ketua DPRK Fatah Fikri, Kajari Aceh Timur Semeru serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Sesampainya di rumah ahli waris Almarhum Fajri (8) yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir, Menteri Risma turut menyantuni keluarga korban. Santunan berupa uang tunai itu juga di serahkan kepada keluarga (ahli waris) korban banjir lainnya yang berasal dari Desa Berandang Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Tri Rismaharini mengatakan, santunan diberikan Rp15 juta bagi masing-masing ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir yang terjadi di Aceh Timur.

“Saya harapkan keluarga korban meninggal dunia akibat banjir sabar dan tabah menghadapi cobaan ini dan semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” sebut Tri Rismaharini.

Selain menyerahkan santunan kepada kedua keluarga korban masing-masing Rp15 juta rupiah, Mensos RI juga menyalurkan bantuan berupa Buffer Stock Rp. 391,7 juta rupiah serta Bahan Natura dan Paket Sandang Rp.1,018 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH turut mengucapkan terimakasih atas kunjungan Menteri Sosial RI di Kecamatan Idi Tunong untuk melihat keluarga korban banjir di Kecamatan Ranto Peureulak dan Idi Tunong.

“Dari pertama banjir Ibu Menteri telah mengantarkan bantuan, dari pertama musibah beliau sudah menyampaikan ke kami minta rekening keluarga korban, dan beliau segera mengirim,” kata Bupati Aceh Timur yang kerab disapa Rocky.

Hari ini, sambung Bupati Rocky, Ibu Menteri langsung turun ke Aceh Timur untuk melihat langsung. “Kami juga sudah menyampaikan beberapa hal menyangkut banjir di Aceh Timur, sesuai tupoksi di Kementerian Sosial, begitu juga menyangkut dengan persoalan lainnya baik itu kerusakan kami sampaikan ke menteri terkait lainnya, baik PUPR, maupun BNPB,” tutup Bupati Rocky.

Usai berkunjung ke rumah duka, Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama rombongan selanjutnya turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Meunasah Seuneubok Buya. Kemudian rombongan Menteri Sosial RI ini bertolak via jalan darat menuju ke Kota Langsa pada pada Selasa sore.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading

Nasional

PWI Pusat Mengawali HPN 2022 Menggelar FGD Energi Pertambangan

Published

on

Mengawali rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD)

JAKARTA, CAKRATARA – Mengawali rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Energi Pertambangan di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Senin (10/01/2022). Nantinya, hasil FGD akan dijadikan rekomendasi langkah strategis sektor energi dan pertambangan kepada pemerintah.

Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari saat membuka FGD menuturkan, selaku panitia penyelenggara pihaknya selalu termotivasi untuk ‘berbuat sesuatu’, memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. ”Salah satunya dalam bentuk pemikiran dan usulan solusi terhadap berbagai masalah aktual, terutama yang bersinggungan dengan kehidupan rakyat banyak,” ungkapnya.

Mengawali rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD)

Isu di sektor energi dan pertambangan sumber daya mineral menarik perhatian, lanjut Atal, setidaknya karena dua alasan. Pertama, Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan sering menyampaikan pernyataan terkait urgensi melakukan transisi energi dengan skenario dan penghitungan detail, yang terutama dipicu oleh perubahan iklim (climate change).

Menurut Presiden Jokowi, diperlukan skenario dan kalkulasi detail karena permasalahan seputar transisi energi akan dibawa dalam pembahasan pada forum G20 bulan Oktober 2022 di Bali, di mana presidensi G20 saat ini berada di tangan Indonesia.

”Presiden Jokowi mengharapkan, dalam G20 di Bali nanti pembahasan mengenai skenario transisi energi (dari energi fosil ke energi terbarukan) dapat dilakukan dengan lebih jelas dan terukur,” ujarnya.

Alasan kedua, berkenaan dengan peringatan HPN yang tahun ini dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara, PWI dan panitia HPN telah beberapa kali terlibat dalam diskusi dengan jajaran pemerintah daerah.

”Dari situ kami menangkap ada ’kegelisahan’ dari pemerintah daerah – khususnya daerah penghasil tambang – sehubungan dengan terbitnya UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang merupakan revisi dari UU Nomor 4 Tahun 2009,” kata Atal.

Kegelisahan itu muncul karena, dalam UU Minerba yang baru, pemerintah daerah tidak lagi masuk dalam konteks penguasaan pertambangan minerba. Sebab, kewenangan itu telah ditarik sehingga tersentralisasi ke pemerintah pusat.

”Mereka bertanya: lalu apa dong peran, kewenangan, dan hak pemerintah daerah, yang notabene merupakan ’pemilik’ area pertambangan di daerah? Gue dapet apa?” ungkap wartawan senior ini.

Atal Depari meyakini masalah transisi energi maupun pengelolaan pertambangan pasca terbitnya UU Minerba yang baru, pasti bukan masalah sederhana. Dampaknya luas dan kompleks.

Karena itu, pihaknya sangat berterima kasih dan mengapresiasi tinggi keterlibatan para pakar di sektor ESDM dalam pelaksanaan seminar nasional pertambangan dan energi, yang diawali dengan gelaran FGD.

”Haqul yakin, kalau ahli-ahlinya sudah turun gunung, akan lahir banyak pemikiran cerdas dan solutif yang bermanfaat untuk mewujudkan Indonesia Hijau dengan keanekaragaman potensi ESDM yang dimiliki,” terang dia.

Atal menegaskan, butir-butir rekomendasi yang lahir sebagai hasil dari FGD di Jakarta dan seminar nasional di Kendari bulan Februari nanti akan dibawa ke puncak peringatan HPN, 9 Februari. ”Dan, akan kami serahkan langsung ke Presiden Jokowi sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan,” jelas Atal.

FGD Energi Pertambangan HPN 2022 diagendakan berlangsung pada tanggal 10, 13, dan 19 Januari 2022. FGD sesi 1 mengusung tema ”Transisi Energi dan Sumber Daya Mineral Berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG)”.

Secara keseluruhan, rangkaian FGD akan menghadirkan 22 narasumber, didampingi Tim Pakar beranggotakan delapan ahli yang dipimpin mantan Menteri Pertambangan Dr. Kuntoro Mangkusubroto. Kegiatan akan dipuncaki dengan menggelar Seminar Nasional Energi Pertambangan di Kendari pada 7 Februari 2022, menjelang hari-H peringatan HPN 2022 tanggal 9 Februari

“Sekali lagi, penghargaan dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Bapak, Ibu, para pendekar di dunia, energi dan pertambangan, yang telah mengalokasikan waktu,, tenaga, dan pikiran untuk suksesnya hajatan FGD dan seminat nasional ini,” tandas Atal S. Depari.

Saat memberikan arahan selaku steering leader, Kuntoro Mangkusubroto menuturkan, FGD terbuka untuk menjadi ajang diskusi bahkan perdebatan intelektual, lantaran pesertanya memang memiliki kompetensi untuk berbicara tentang isu-isu terkini di ranah ESDM.

“Namun, jangan lupa, fokus kita adalah menyusun butir-butir rekomendasi sebagai kontribusi dan sumbang saran kepada pemerintah,” pintanya.

Kuntoro mengingatkan pentingnya kematangan dalam merespons kegelisahan sejumlah pemerintahan daerah dengan banyak perspektif.

Dalam FGD seri 1 ini, hadir sebagai narasumber Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, mantan Gubernur OPEC Prof. Widhyawan Prawiraatmadja, Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo, Partner PricewaterhouseCoopers Indonesia (PWC) Dedy Lesmana, Jalal dari Thamrin School of Climate Change and Sustainability, mantan Dirut PT Bukit Asam Suryo Eko Hadianto, serta
Ketua Komite Bersama Komite Cadangan Mineral Indonesia(KCMI Perhapi-IAG), Lufi Rachmad. FGD dipandu oleh moderator Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli.

Red
Cakratara

Sumber: (Humas HPN PWI Pusat)

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending